Penanganan kebakaran ini berada di Jalan Ir Soekarno, Baamang Tengah, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Di lokasi, Menhut melihat kondisi lahan yang terdampak kebakaran sekaligus memantau proses pemadaman. Karhutla terjadi di lahan gambut sehingga penanganannya membutuhkan perhatian agar api tidak kembali muncul dari titik-titik yang telah dipadamkan.
Sejumlah unsur terlibat langsung dalam penanganan di lapangan di antaranya petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga relawan bersama-sama melakukan pemadaman.
Seluruh petugas diminta memastikan api benar-benar padam setelah proses pemadaman dilakukan. Pemantauan juga perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lahan yang telah terbakar.
Selain melakukan peninjauan, juga melakukan rapat koordinasi di sekitar lokasi. Pemerintah akan memaksimalkan pemadaman via udara dan darat.
“Kemarin Pak Presiden sudah menurunkan Banpres untuk Kotim, 15 miliar rupiah, mohon itu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kalau masih kurang tentu kami juga bisa Support lagi secara parsial dimana yang kita butuhkan,” ujar Menhut.
Di lapangan turut hadir Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, Dandim 1015 Sampit Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan, serta Asisten II Hawianan. Lalu Kalaksa BPBD Kotim Imam Subekti, Ketua Harian Tim Penanganan Karhutla Rihel, Kadinsos Waren, Kadis PU Mintana Dhinar, dan Kadis DLH Gusti Mukaffi.
“Udara kita maksimalkan dengan water bombing, dry ice dan operasi modifikasi cuaca, dan juga pasukan darat karena ini sangat penting sekali,” sambung Raja Antoni.
Peninjauan ini dilakukan setelah sebelumnya Menhut intensif selama tiga hari memimpin langsung penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat.
BERITA TERKAIT: