Pemadaman Karhutla Tanjung Puting Diperkuat Lewat Jalur Darat dan Sumur Bor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 16 Oktober 2026, 21:22 WIB
Pemadaman Karhutla Tanjung Puting Diperkuat Lewat Jalur Darat dan Sumur Bor
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. (Foto: Kemenhut)
Kecil Besar
rmol news logo Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, difokuskan pada tiga langkah utama, yakni pemadaman api, pembukaan akses jalan, serta pembangunan sumur bor untuk menjamin ketersediaan air.

Menteri Kehutanan Raja Antoni didampingi Sekda Kotawaringin Barat Rody Iskandar, Kalaksa BPBD Kotawaringin Barat Samuel, Kapolres Kotawaringin Barat Joko Handono, Kepala BMKG Iskandar Nur Setiawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, terjun langsung dalam penanganan pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting,

Dalam penanganan tersebut, tim dibagi menjadi tiga kelompok, yakni tim pembuka jalan, tim sumur bor dan tim pemadaman. Pembagian tugas dilakukan untuk mempercepat penanganan di lokasi sekaligus memastikan akses dan sumber air dapat tersedia bagi personel yang melakukan pemadaman.

Tim pembuka jalan telah berhasil menembus sekitar 1,8 kilometer jalan setapak menuju lokasi shalter Pesalat. Akses tersebut diperlukan untuk memudahkan mobilisasi personel, peralatan, serta dukungan air ke titik kebakaran.

“Akses jalan sudah berhasil kita tembus sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat, dan kita juga menentukan titik-titik sumber air, penempatan flexible tank atau portable tank, serta sumur bor,” ujar Raja Antoni, Jumat, 16 Oktober 2026.

Jajaran terkait juga turun langsung menentukan titik penempatan flexible tank/portable tank, jalur suplai air, serta titik pembangunan sumur bor. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi pemadaman di lapangan.

Titik sumber air sendiri dibuat berada di berbagai titik yang nantinya masing-masing akan mengarah ke shelter Pesalat. 

Tim juga berjalan kaki dari Tanjung Harapan menyusuri jalan setapak yang baru dibuka sejauh 1,8 kilometer menuju shelter Pesalat. Disana, Menhut Raja Antoni melihat pembuatan embung untuk menampung air yang nantinya akan disalurkan ke lokasi titik api.

Hingga malam hari, Menhut Raja Antoni bersama jajaran TNI Polri, BPBD, BMKG, Masyarakat masih terus melakukan pemasangan mesin pompa air. Menhut Raja Antoni meminta agar seluruh pompa dapat terpasang malam.

“Dibagi dua tim yang memasang. Kita pasang malam ini, biar besok bisa langsung dipakai, kita bermalam biar dipastikan terpasang,” katanya.

Penanganan karhutla di Tanjung Puting akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pemerintah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan api dan melindungi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA