Keterbukaan dinilai penting untuk mengungkap fakta secara menyeluruh sekaligus memastikan kasus tersebut tidak mencoreng nama baik institusi TNI.
“Kami berharap TNI menangani kasus ini secara terbuka dan profesional. Jangan sampai perbuatan orang-orang tertentu mencoreng nama baik institusi TNI yang selama ini dijaga dengan susah payah,” kata Sukamta, Jumat, 9 Oktober 2026.
Selain pengusutan terhadap pihak yang terlibat, Sukamta mendorong agar kasus tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengawasan internal TNI, khususnya dalam memastikan penggunaan rumah dinas sesuai dengan peruntukannya.
Ia mempertanyakan bagaimana dugaan kegiatan yang melibatkan puluhan perangkat komputer dapat berlangsung di lingkungan rumah dinas militer tanpa terdeteksi oleh mekanisme pengawasan.
“Saya kira kasus ini juga perlu menjadi bahan evaluasi pengawasan internal TNI. Bagaimana kegiatan yang menggunakan puluhan komputer bisa berlangsung di lingkungan rumah dinas militer tanpa terdeteksi? Ini perlu dijelaskan dan dibenahi,” ungkapnya.
Politius Partai Keadilan Sejahtera itu mengingatkan bahwa penanganan yang tegas dan transparan penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi TNI.
BERITA TERKAIT: