Jessie, Siswi Sekolah Rakyat yang Dapat Tanda Tangan Seskab Teddy

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 17 Agustus 2026, 20:19 WIB
Jessie, Siswi Sekolah Rakyat yang Dapat Tanda Tangan Seskab Teddy
Jessie Nababan (18), Siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta mendapat tanda tangan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. (Foto: Dok. Humas Kemensos)
Kecil Besar
rmol news logo Jessie Nababan (18) tak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Istana Merdeka, Jakarta. Apalagi, siswi yang baru masuk Sekolah Rakyat DKI Jakarta itu mendapat kesempatan tampil dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Jessie menjadi satu dari 100 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah yang tampil dalam paduan suara pada upacara di Halaman Istana Merdeka, Senin, 17 Agustus 2026.

Para siswa membawakan lagu bersama Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara. Di sela persiapan upacara, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyempatkan diri menyapa dan memberikan motivasi kepada para siswa.

"Semangat ya adik-adik, senyum ya," kata Teddy.

Jessie menjadi salah satu siswa yang mendapat perhatian Teddy. Ia memperoleh tanda tangan sekaligus pesan tertulis dari Seskab: "Untuk Jessie, terus belajar, bermimpi besar, sayangi orang tua."

Bagi Jessie, tanda tangan tersebut menjadi kenangan yang sangat berarti. Sebab, Sekolah Rakyat telah membuka kembali harapan setelah dirinya empat tahun terpaksa putus sekolah.

"Kalau untuk perasaannya, pasti senang banget sih Pak. Karena jujur, saya pernah putus sekolah selama empat tahun. Dan saya kembali punya mimpi dan punya harapan, lewat Bapak Presiden Prabowo tentunya, lewat programnya Sekolah Rakyat," ujar Jessie.

Jessie berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online, sedangkan ibunya menjadi pengupas bawang. Keterbatasan ekonomi membuat Jessie berhenti sekolah sejak kelas 8 SMP. Ia sempat menjalani masa empat tahun tanpa pendidikan formal.

"Ngupas bawang itu per 10 kilo itu dia Rp15 ribu. Tapi dipotong admin seribu jadi Rp14 ribu," kata Jessie menceritakan penghasilan ibunya.

Selama putus sekolah, Jessie aktif dalam kegiatan gereja. Namun, ia mengaku kerap menyembunyikan kondisi dirinya karena tidak percaya diri dan takut mendapat perundungan.

Kini, keadaan berubah. Jessie kembali bersekolah melalui Sekolah Rakyat dan bahkan mendapat kesempatan tampil dalam upacara HUT RI di Istana Merdeka.

"Saya mau ucapkan terima kasih banyak. Karena lewat program Bapak Presiden, saya bisa kembali bermimpi dan bisa kembali bersekolah. Yang tadinya mungkin saya sudah hampir hopeless dan putus harapan di tengah jalan. Tapi program Sekolah Rakyat ini membawa saya kembali untuk bangkit dari keterpurukan," pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA