Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya negara membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan.
"Tak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," kata Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Jumlah Sekolah Rakyat tersebut masih akan bertambah. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat.
Prabowo menjelaskan, Sekolah Rakyat menggunakan konsep boarding school dengan fasilitas tempat tinggal, tempat ibadah, sarana olahraga, ekosistem digital, makanan bergizi, serta lingkungan yang aman dan nyaman.
Program tersebut ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas. Orang tua siswa juga mendapat program pemberdayaan.
"Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi," ujarnya.
Di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD, Prabowo turut memaparkan sejumlah capaian siswa Sekolah Rakyat.
Tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar disebut berhasil memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke-15. Sementara siswi Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Ismi Ulfaida, menjadi siswa Sekolah Rakyat pertama yang lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk upacara HUT ke-81 RI.
"Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir dua siswa Sekolah Rakyat, Muhammad Rizki Pratama dari Medan dan Citra Nur Ramadhani dari Pangkep.
Prabowo sempat menyapa dan berdialog dengan keduanya. Ia juga menceritakan kisah Citra yang hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan. Ayah Citra telah wafat, sedangkan ibunya merupakan penyandang disabilitas.
"Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten," kata Prabowo.
Citra mengaku bahagia bisa bersekolah di Sekolah Rakyat hingga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden.
"Pak Presiden sehat-sehat ya. Tunggu. Tunggu lihat aku dewasa nanti pakai sabuk hitam," kata Citra.
Prabowo memastikan anak-anak seperti Rizki dan Citra mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.
"Saudara-saudara sekalian, adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan," tutup Prabowo.
BERITA TERKAIT: