Tuduhan itu disampaikan Khamenei dalam pidato di hadapan para pendukungnya saat peringatan hari besar keagamaan, Sabtu waktu setempat.
“Kami menganggap presiden Amerika bersalah atas korban jiwa, kerusakan, dan tuduhan-tuduhan yang ia lontarkan terhadap bangsa Iran,” ujar Khamenei dalam pidatonya, seperti dikutip dari
AFP, Minggu, 18 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa gelombang protes yang melanda Iran bukanlah gerakan spontan, melainkan hasil rekayasa pihak asing.
“Ini adalah konspirasi Amerika,” kata Khamenei.
Menurutnya, tujuan Washington adalah untuk kembali menundukkan Iran di bawah dominasi asing.
“Tujuan Amerika adalah menelan Iran. Tujuannya adalah menempatkan Iran kembali di bawah dominasi militer, politik, dan ekonomi,” tegas pemimpin tertinggi Iran itu.
Dalam kesempatan itu, Khamenei juga menyerukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai penghasut. Ia meminta aparat untuk mematahkan punggung para penghasut, menyusul tindakan keras terhadap gelombang protes yang menentang otoritas ulama di negara tersebut.
“Kami tidak berniat membawa negara ini ke perang, tetapi kami tidak akan mengampuni para penjahat domestik. Bahkan lebih buruk dari penjahat domestik, para penjahat internasional pun tidak akan kami ampuni,” ujar Khamenei di hadapan massa pendukungnya.
Ia kembali menegaskan sikap keras pemerintah terhadap demonstrasi yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.
“Dengan rahmat Tuhan, bangsa Iran harus mematahkan punggung para penghasut, sebagaimana sebelumnya bangsa ini telah mematahkan punggung hasutan,” ucapnya.
Iran sebelumnya diguncang aksi demonstrasi selama berminggu-minggu yang dipicu kemarahan publik terhadap kesulitan ekonomi.
Protes tersebut berkembang menjadi gelombang demonstrasi terbesar terhadap Republik Islam dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia menyebut penindakan aparat dilakukan secara mematikan, dengan ribuan orang dilaporkan tewas di tengah pemadaman internet nasional.
BERITA TERKAIT: