Agar bisa memainkan perannya sebagai lokomotif gerakan masyarakat sipil, kata Adhie, NU harus bisa menjaga jarak, baik dengan lembaga kepresidenan maupun legislatif. Untuk itu, NU wajib meningkatkan penguatan sumber daya yang dimiliki.
Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menyesalkan karena selama ini NU nyaris tidak memainkan peran sosial (politik) dan keagamaannya, terutama dalam hal nahi munkar, sehingga korupsi menjadi sangat meluas dan terbuka (profan).
"Saya sekarang justru lebih sering berjuang dalam mengritisi keadaan ini dengan teman-teman Muhammadiyah," ujar Adhie.
"Padahal, mengritisi kondisi sosial politik yang makin berantakan sekarang ini bukan politik praktis, tapi high politic," pungkasnya.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: