Dua pejabat tersebut adalah Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari. Keduanya mendapat bidang tugas berbeda, mulai dari perumusan strategi pertahanan hingga penguatan industri pertahanan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan Richard bertugas sebagai Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
“Fokus pada pembinaan doktrin militer, perancangan arah kebijakan strategi pertahanan nasional, serta perencanaan pembangunan kekuatan TNI jangka panjang,” kata Rico kepada wartawan, Jumat, 16 Oktober 2026.
Sementara itu, Yusuf Jauhari menangani Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
Menurut Rico, bidang tersebut berfokus pada modernisasi alutsista, penguatan kemandirian industri pertahanan dalam negeri, alih teknologi, serta pengelolaan rantai pasok logistik pertahanan.
Pembagian tugas ini dinilai penting di tengah meningkatnya beban kerja Kemhan dan tantangan pertahanan yang semakin kompleks, termasuk kebutuhan memperkuat kemampuan TNI serta mempercepat modernisasi alutsista nasional.
Adapun posisi Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) yang sebelumnya dijabat Marsekal TNI Yusuf Jauhari masih menunggu proses pengisian sesuai mekanisme internal Kemhan.
BERITA TERKAIT: