Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Sabtu, 10 Oktober 2026, 08:46 WIB
Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat
Tiga anggota Operasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya tewas usai kontak tembak dengan Tim Satgas Yonif 9 Marinir di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya pada Jumat, 9 Oktober 2026. (Foto: Dok. Satgas Habema)
Kecil Besar
rmol news logo Tiga anggota Operasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya tewas usai kontak tembak dengan Tim Satgas Yonif 9 Marinir di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya pada Jumat, 9 Oktober 2026.

"Berdasarkan identifikasi awal, korban yang ditemukan diduga merupakan Manfred Fatem, Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Dua orang lainnya diduga Anton Fatem dan Yesias Fatem. Identitas serta kondisi kedua orang tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut," kata Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resmi.

Adapun, kontak tembak terjadi sekitar pukul 09.10 WIT saat personel Satgas melaksanakan Operasi Badai Kasuari 3.10 sebagai bagian dari upaya pengamanan wilayah dan penanganan gangguan kelompok bersenjata.

Kontak tembak itu membuat tiga anggota kelompok bersenjata OPM dilaporkan terkena tembakan.

Satu jenazah ditemukan di lokasi, sedangkan dua lainnya dilaporkan terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian.

Personel Satgas juga mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101. Sementara itu, satu pucuk senjata api jenis Caracal dilaporkan terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian. 

"Tidak terdapat korban dari pihak TNI berdasarkan laporan sementara," kata Riyanto.

Lanjut Riyanto menegaskan bahwa setiap pelaksanaan tugas harus dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh. Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka,” tegas Riyanto.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA