Dalam pernyataan sikap tersebut, para mahasiswa menyampaikan dukungan kepada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, untuk terus menjalankan penegakan hukum secara adil, tegas, merata, dan tanpa tebang pilih.
"Hukum harus menjadi panglima tertinggi tanpa memandang status, jabatan, maupun latar belakang seseorang," kata Ketua Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (KM UKI), Jeremi Sianturi, dikutip Sabtu 7 November 2026.
Dalam pernyataannya, mahasiswa menyebut dukungan terhadap Polri diberikan selama institusi tersebut hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Mereka menilai kehadiran Polri dapat dirasakan melalui berbagai kegiatan pelayanan, mulai dari membantu korban banjir dan bencana, mengawal arus mudik dan balik, hingga membuka ruang dialog dengan mahasiswa.
Mahasiswa juga menyoroti pendekatan humanis aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi, serta peran Bhabinkamtibmas yang dinilai menjadi penghubung sekaligus sahabat masyarakat.
"Menegaskan bahwa mahasiswa bukanlah lawan Polri, melainkan mitra perjuangan dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan demokrasi," kata Jeremi.
Di sisi lain, para mahasiswa mengecam segala bentuk provokasi dan tindakan perusakan fasilitas umum yang dinilai dapat merusak demokrasi serta memecah belah persatuan bangsa.
Mereka turut mengajak seluruh elemen mahasiswa se-Jabodetabek untuk menjadi mitra kritis dan konstruktif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Bahwa perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui gagasan, dialog, dan keteladanan," kata Jeremi.
BERITA TERKAIT: