Hal itu disampaikan Peneliti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Prayoto saat menjadi pembicara dalam Seminar Lingkungan yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Auditorium Universitas Islam Riau (UIR), Kamis 5 November 2026.
Menurut Prayoto, sekitar 91,6 persen kejadian kebakaran lahan di Riau terjadi di kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat pengelolaan ekosistem gambut menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan karhutla.
“Menjaga lahan gambut dengan tata kelola air yang baik, pemulihan ekosistem, serta mencegah penyebab kebakaran menjadi sebuah keharusan agar kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir,” kata Prayoto.
Ia menjelaskan lahan gambut yang mengalami kekeringan menjadi sangat mudah terbakar. Api juga dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan tanah sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan.
Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Tata kelola air, pembasahan kembali kawasan gambut, pemulihan ekosistem, serta pengawasan terhadap aktivitas masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: