Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi pada Senin, 2 November 2026, ini menjadi ruang penguatan kapasitas, kreativitas, dan kepemimpinan generasi muda. Sejumlah agenda digelar, mulai dari Festival Tari Kreasi Nusantara, Youth & Economy Talkshow, hingga Youth Leader Forum.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansah, mendorong generasi muda agar berani mengambil peran sebagai penggerak perubahan.
“Generasi muda harus berani mengambil peran dalam mendorong perubahan. Manfaatkan teknologi digital untuk menangkal disinformasi, membangun kolaborasi, dan mewujudkan gagasan melalui tindakan nyata,” kata Yayan, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, juga mengingatkan bahwa anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu mengembangkan inovasi dan menciptakan peluang ekonomi.
“Generasi muda jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan inovasi dan membuka peluang ekonomi. Penguasaan teknologi juga harus disertai integritas, kemandirian, dan kepedulian sosial,” demikian pesan Rafieq.
Selain diskusi, kegiatan ini juga memberikan penghargaan kepada enam pemenang lomba tari dan bantuan modal kepada tiga pelaku UMKM.
Nusantara Youth Expo 2026 turut melibatkan 10 organisasi dan komunitas pemuda, di antaranya PW Ansor Lampung, DPD GMNI Lampung, PKC PMII Lampung, BPC HIPMI Metro, komunitas seni dan budaya, serta Zona Inspirasi Pemuda.
Rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan teatrikal bertema “Pemuda Bersatu, Pemuda Berkarya, Indonesia Berdaya” dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda secara bersama-sama.
BERITA TERKAIT: