Massa mulai membubarkan diri setelah hujan mengguyur kawasan Dukuh Atas selama sekitar 45 menit. Sebelum hujan turun, massa sempat membakar sejumlah barang, termasuk pembatas jalan berwarna oranye.
Hujan yang mengguyur kawasan tersebut membuat api berangsur padam. Petugas kemudian melakukan pembubaran massa secara bertahap.
Seiring berakhirnya aksi, ruas Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman yang sebelumnya ditutup kembali dibuka. Kendaraan roda dua dan roda empat pun dapat melintas dari arah Senayan menuju Bundaran HI maupun sebaliknya.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan lima tuntutan. Pertama, menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan.
Kedua, menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk kepentingan politik melalui program yang mereka nilai populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketiga, menurunkan biaya pendidikan, memperluas pemerataan akses layanan dasar hingga ke daerah, serta menyediakan lapangan kerja berkualitas.
Keempat, menghentikan penyalahgunaan kekuasaan melalui hukum dan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Kelima, memulihkan kebebasan berpendapat, mengadili pelanggar hak asasi manusia (HAM), serta menghentikan militerisasi di ruang sipil.
BERITA TERKAIT: