Pantauan
RMOL di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB, massa mulai membakar pembatas jalan hingga spanduk bekas di jalan raya.
Kobaran api dan asap hitam pekat pun membumbung tinggi disambut riuh tepuk tangan massa.
Sementara itu, massa aksi yang sempat memadati kawasan tersebut, sebagian lainnya sudah membubarkan diri.
Aksi unjuk rasa ini diketahui diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus negeri dan swasta.
Di antaranya berasal dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad) hingga Universitas Diponegoro (Undip), UPN Veteran Jakarta, Paramadina, Trisakti, Universitas Pancasila, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gunadarma, Trilogi, PEMKRI, hingga koalisi masyarakat sipil.
Dalam aksi demontrasi ini, mereka menuntut lima tuntutan. Pertama, penetapan status bencana nasional kebakaran hutan dan lahan, mengadili korporasi yang bertanggungjawab, serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan. Kedua, menghentikan pemborosan anggaran pendapatan belanja negara untuk kepentingan politik berkedok program populis, seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa/kelurahan merah putih.
Ketiga, turunkan biaya pendidikan, berikan akses layanan dasar yang merata hingga daerah dan menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas. Keempat, berhenti menggunakan hukum untuk penyalahgunaan pekuasaan dan memberantas KKN. Kelima, kembalikan kebebasan bersuara, adili pelanggar HAM sampai dengan hentikan militerisasi di ruang sipil.
BERITA TERKAIT: