Pasalnya, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menguntungkan, seperti Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang membaik di level Rp6.500 per kilogram (kg) untuk Gabah Kering Panen (GKP)
Selain itu, pupuk subsidi tersedia secara kontinu, program pompanisasi hingga penyerapan hasil tani melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sekarang harga gabah di lapangan bisa tembus Rp8.500. Harga itu berada di atas HPP Rp6.500 per kilogram," kata praktisi penggerak pemuda tani Andik Nur Prabowo, dikutip dari Dialog Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 28 Oktober 2026.
Sebagai gambaran, sebelum tahun 2025, harga Gabah Kering Panen di tingkat petani sulit menyentuh harga Rp6.000. Bahkan di tahun 2021 hanya berada di angka Rp4.500-Rp4.900.
Namun sejak tahun 2025, pemerintah menetapkan HPP Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kg. Setelah itu, harga gabah di tingkat petani tidak pernah turun di bawah HPP.
Perbaikan paling terasa adalah sarana produksi dan irigasi. Belum lagi pupuk subsidi datangnya lebih awal.
"Dulu sering telat, waktu pemupukan belum datang," kata Andik.
Akibatnya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya tiga sampai empat kali lipat.
Di sisi lain, kata Andik, Program MBG turut mendongkrak sektor pertanian.
"Beras harganya stabil," kata Andik.
BERITA TERKAIT: