BEM KSI:

Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin Momen Perketat Jalur Laut Strategis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 25 Oktober 2026, 05:29 WIB
Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin Momen Perketat Jalur Laut Strategis
Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (Korpus BEM KSI). (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (Korpus BEM KSI), Charles Gilbert, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran atas keberhasilan menggagalkan dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin yang diangkut menggunakan kapal tanker MT Global 168 di perairan Selat Malaka.

Menurut Charles, pengungkapan tersebut merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan peredaran narkotika lintas negara, sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap jalur laut strategis yang berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan penyelundupan internasional.

“Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Charles melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu 25 Oktober 2026.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan penegakan hukum, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga masa depan generasi bangsa.

Menurutnya, generasi muda merupakan aset strategis Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, peredaran narkotika harus ditangani secara serius melalui penegakan hukum yang profesional, penguatan pengawasan perbatasan, serta kerja sama antarlembaga dan antarnegara.

“Selat Malaka merupakan jalur pelayaran yang sangat strategis. Karena itu, pengawasan dan penindakan terhadap dugaan penyelundupan narkotika harus terus diperkuat," kata Charles.

Charles juga mendorong agar aparat penegak hukum terus memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang memanfaatkan jalur laut Indonesia.

Lebih lanjut, BEM KSI menilai bahwa upaya pemberantasan narkotika perlu berjalan beriringan dengan edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pendekatan tersebut diperlukan agar masyarakat tidak hanya terlindungi melalui penindakan, tetapi juga memiliki kesadaran yang lebih kuat terhadap bahaya narkotika.

“Kami berharap aparat terus bekerja secara profesional, transparan, dan konsisten dalam memberantas jaringan narkotika tanpa pandang bulu," kata Charles.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA