Sultan Deli XIV Desak Perusahaan Pembakar Hutan Ditindak Tegas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 23 Oktober 2026, 21:52 WIB
Sultan Deli XIV Desak Perusahaan Pembakar Hutan Ditindak Tegas
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis, 26 Maret 2026. (Foto: Dok. BNPB)
Kecil Besar
rmol news logo Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam bersama sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara mendesak pemerintah menindak tegas pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas bencana tersebut dan mendoakan agar kebakaran segera teratasi, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Seruan itu disampaikan bersama Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia Ruslan, KH Amirudin, KH Yudhikar Hadiyatuzi, Biku Utara Nanda, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat lainnya. Mahmud berharap pemerintah segera mengatasi karhutla sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap.

“Saya mendoakan agar karhutla yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa selesai dengan cepat dan dapat teratasi oleh pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.

Mahmud juga mendukung penindakan terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terbukti menyebabkan karhutla.

“Saya juga mendukung penuh pemerintah Republik Indonesia untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan sawit yang menyebabkan karhutla,” katanya.

Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia Ruslan turut meminta pemerintah dan kepolisian menindak individu maupun perusahaan yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan. Menurutnya, proses hukum diperlukan agar pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban dan kejadian serupa tidak terus berulang.

Dukungan penanganan karhutla juga disampaikan KH Amirudin, pendiri sekaligus pembina Pondok Pesantren Tasawudh dan Tahfizul Quran. Ia bersama para santri mendoakan agar kebakaran segera teratasi dan pemerintah mampu menangani dampak asap terhadap masyarakat.

Sementara itu, KH Yudhikar Hadiyatuzi mengingatkan bahwa kabut asap akibat karhutla berpotensi melintasi batas negara. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi satwa yang kehilangan habitat akibat kebakaran.

“Apabila ulama dan umara ini bersatu, Insyaallah akan baik negaranya,” ujar Yudhikar.

Biku Utara Nanda, tokoh Buddha Tamil, turut mendoakan agar karhutla di sejumlah daerah segera berakhir. Ia mendukung langkah pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat.

“Semoga kebakaran hutan di negara kita segera berakhir, demi berlangsungnya generasi masa depan dan lingkungan hidup yang baik,” pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA