Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, penggunaan water mist saja tidak cukup mengantisipasi potensi dampak asap. Pemprov DKI perlu bertindak dalam beberapa hal.
Antara lain, memperketat pemantauan kualitas udara, memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah penyangga, serta memastikan perlindungan kesehatan masyarakat.
“Penanganannya harus konkret dan terukur. Tidak hanya mengandalkan water mist,” ujar Wibi, Rabu, 21 Oktober 2026.
Legislator Partai Nasdem itu menegaskan, penanganan harus menyasar sumber asap. Bukan sekadar mengurangi dampak pencemaran di Jakarta. Karena itu, dibutuhkan koordinasi lintas daerah. Sehingga, pengendalian Karhutla dan penanganan dampaknya berjalan terpadu.
Wibi juga meminta pemantauan kualitas udara secara real-time. Menginformasikan secara terbuka kepada masyarakat.
Data tersebut harus menjadi dasar penentuan langkah perlindungan. Terutama bagi anak-anak dan lanjut usia (Lansia) yang rentan terhadap pencemaran udara.
Tak hanya itu, lanjut Wibi, Pemprov DKI bisa mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Bila kualitas udara memburuk hingga membahayakan kesehatan.
BERITA TERKAIT: