RS dan Puskesmas Harus Siaga Hadapi Dampak Polusi Udara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Rabu, 21 Oktober 2026, 16:45 WIB
RS dan Puskesmas Harus Siaga Hadapi Dampak Polusi Udara
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. (Foto; Diskominfotik)
Kecil Besar
RMOL. Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang meminta rumah sakit dan Puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat didukung Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi. 

“Kualitas udara yang memburuk bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman bagi kesehatan masyarakat,” ujar Nabilah, Rabu, 21 Oktober 2026.

Kesiapan fasilitas kesehatan merupakan langkah penting dalam memastikan warga mendapat penanganan medis secara cepat dan memadai. Khususnya bila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan polusi Udara. 

Ia mengingatkan, paparan polusi udara dapat memicu atau memperburuk gangguan pernapasan. Seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma. Anak-anak, lanjut usia (Lansia), serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Selain kesiapan tenaga medis dan sarana pelayanan, Nabilah mendorong penguatan edukasi mengenai pencegahan paparan polusi udara.

Masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas agar dapat mengambil langkah perlindungan sejak dini. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya bertindak ketika warga mengalami sakit.

“Edukasi dan pencegahan harus diperkuat,” tegas Nabilah.

Dia menambahkan, perlindungan kesehatan masyarakat butuh koordinasi lintas sektor. Harapannya, instruksi gubernur ditindaklanjuti melalui kesiapan fasilitas kesehatan, akses informasi, dan langkah pencegahan yang efektif. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA