Hilirisasi Perikanan Belum Mampu jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

Minggu, 11 Januari 2026, 02:56 WIB
Hilirisasi Perikanan Belum Mampu jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

Ilustrasi. (Foto: Humas KKP)

RMOL. Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menilai hilirisasi di sektor perikanan belum berjalan optimal, sehingga tidak mampu menjadi penggerak ekonomi pesisir. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah tenaga kerja di sektor perikanan tercatat sebanyak 5.386.848 jiwa. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan sektor pertanian yang menyerap 36.462.107 jiwa.
 
“Ini menunjukkan bahwa sektor perikanan belum mampu menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja, padahal potensinya sangat besar,” kata Ketua KPPMPI Hendra Wiguna dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 10 Januari 2026.
 
Menurutnya, perbaikan kebijakan hilirisasi perikanan dapat mendorong peningkatan jumlah dan kualitas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
 
“Di tengah target Presiden menurunkan angka pengangguran hingga 4,44 persen pada 2026, sektor perikanan seharusnya menjadi salah satu jawaban strategis,” jelasnya.

Dengan demikian, KPPMPI mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kelautan dan perikanan. Evaluasi menempatkan keberlanjutan ekosistem dan perlindungan nelayan kecil sebagai prioritas utama.
 
“Laut yang sehat hanya bisa terwujud jika nelayan kecil dilindungi, ekosistem dijaga, dan kebijakan benar-benar berpihak pada keberlanjutan,” tutup Hendra. rmol news logo article
 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOTO LAINNYA