Di tengah gelombang kekecewaan publik terhadap lonjakan biaya hidup, Demokrat berhasil mencatatkan kemenangan awal yang krusial dalam upaya mereka merebut kembali kendali Kongres.
Hasil awal pemilu paruh waktu ini mencerminkan ketidakpuasan pemilih terhadap kondisi ekonomi saat ini, termasuk tingginya harga bahan bakar minyak akibat eskalasi konflik.
Berdasarkan survei komprehensif The Voter Poll dari Associated Press dan SSRS, sekitar tiga perempat pemilih mengaku "marah" atau "tidak puas" dengan arah kebijakan negara.
Bahkan, enam dari 10 pemilih secara langsung mengaitkan tingginya harga kebutuhan dengan kebijakan pemerintah.
Senator Jon Ossoff, figur terkemuka dari Partai Demokrat, diproyeksikan kembali memenangkan kursi di negara bagiannya.
Kemenangan ini memperkuat peluang partai untuk mengambil alih mayoritas di Senat, sementara persaingan untuk menguasai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga menunjukkan tren positif bagi kubu Demokrat yang diprediksi mampu menambah 15 hingga 25 kursi.
Menanggapi potensi pergeseran kekuatan politik di Washington, Presiden Donald Trump menyatakan kesiapannya menghadapi berbagai kemungkinan legislatif. Dalam sebuah wawancara bersama CBS News, Trump menegaskan akan menggunakan kewenangannya secara maksimal jika oposisi berhasil menguasai parlemen.
"Saya akan menjadi 'Mr. Veto' dalam menghadapi Partai Demokrat jika partai tersebut berhasil menguasai mayoritas di DPR atau Senat," kata Trump.
Trump tetap optimistis dapat menjalankan agenda pemerintahannya melalui kewenangan eksekutif, kendati hasil akhir perolehan kursi di Senat diprediksi baru akan rampung dalam beberapa pekan mendatang akibat proses penghitungan suara yang ketat.
BERITA TERKAIT: