Berita

Ilustrasi

Bursa

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa mengalami tekanan jual yang cukup besar pada penutupan perdagangan Jumat 6 November 2026 waktu setempat. 

Sentimen negatif global yang dipicu oleh dinamika politik di Amerika Serikat (AS) berpadu dengan krisis fiskal domestik di Prancis, menyeret sebagian besar indeks regional ke zona merah.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melemah 1 persen ke level 648,33 poin. Indeks acuan Jerman, DAX, mencatat penurunan terdalam di kawasan tersebut sebesar 1,9 persen.


Tekanan ini berakar dari Wall Street menyusul kemenangan mutlak Partai Demokrat di Kongres AS. Pasar merespons dengan kekhawatiran bahwa pemerintahan baru di AS akan memperketat regulasi belanja pusat data kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, kekhawatiran seputar valuasi tinggi dan investasi berbasis utang di sektor teknologi menular ke pasar Eropa, meski secara fundamental kinerja perusahaan-perusahaan tersebut belum berubah.

Sektor asuransi memimpin pelemahan dengan terjun 2,6 persen, terseret oleh penurunan peringkat (downgrade) dari JPMorgan terhadap sejumlah reasuransi asal Jerman. Raksasa seperti Hannover Re dan Munich Re masing-masing merosot lebih dari 4 persen, sementara Swiss Re turut melemah meski melaporkan kenaikan laba bersih. Sektor tradisional dan barang konsumsi rumah tangga juga ikut tertekan aksi ambil untung.

Di Prancis, situasi pasar semakin diperberat oleh krisis politik dalam negeri. Indeks CAC 40 merosot 0,8 persen ke level 8.139, di tengah kesulitan pemerintah meloloskan anggaran di parlemen serta rekor jumlah peserta aksi protes nasional.

Investor terus melepas obligasi Prancis akibat kekhawatiran defisit anggaran yang diproyeksikan melebar hingga 5,4 persen dari PDB tahun ini, ditambah keraguan atas kemampuan pemerintah minoritas dalam memangkas belanja negara. Akibatnya, selisih imbal hasil (yield spread) obligasi pemerintah Prancis dan Jerman tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak krisis utang zona euro pada 2011 silam.

Tekanan makroekonomi ini diperburuk oleh data defisit perdagangan Prancis yang membengkak menjadi 7,3 miliar Euro pada September, jauh di atas estimasi pasar (5,8 miliar Euro) dan menjadi yang terbesar kedua sejak Oktober 2024. Saham-saham barang mewah (seperti LVMH, Hermès, dan Kering) serta sektor industri kompak mencatat pelemahan.

Di tengah tren pelemahan secara umum, beberapa sektor justru keluar sebagai pemenang berkat pergeseran sentimen politik dan makro:

Saham-saham energi bersih melonjak karena kemenangan Demokrat di AS diyakini akan mengembalikan dukungan penuh terhadap energi terbarukan dan mempermudah perizinan proyek. Ørsted dan Nordex masing-masing naik 1,2 persen dan 5 persen, sementara EDP menguat usai menaikkan proyeksi laba bersihnya untuk ketiga kalinya tahun ini.

Saham sektor perjalanan (termasuk maskapai penerbangan) menjadi satu-satunya sektor yang ditutup menghijau, naik 0,9 persen. Kenaikan ini didorong oleh harapan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah yang dapat menurunkan harga minyak yang tinggi.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya