Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Sosialisasi Perkembangan Implementasi DHE SDA di kantornya, Jakarta pada Jumat, 6 November 2026. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

DSI Perantara Tunggal Ekspor SDA Mulai 2027, Transaksi Dilakukan Buyer-Eksportir

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 00:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menyiapkan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai perantara tunggal dalam kegiatan ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam (SDA), meliputi batu bara, kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), dan ferroalloy.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, peran DSI bukan sebagai pihak yang melakukan transaksi jual beli komoditas. Transaksi komersial, kata Airlangga, tetap berlangsung secara langsung antara eksportir atau penjual dengan pembeli (buyer).

Dalam skema baru ini, DSI akan bertindak sebagai perantara yang mengawasi dan meneliti setiap transaksi ekspor secara mendalam.


"DSI berperan sebagai perantara tunggal, jadi sekali lagi kami tegaskan DSI berperan sebagai perantara tunggal di mana pelaksanaan transaksi komersial tetap dilakukan oleh eksportir atau penjual dengan buyer atau pembeli dan atas transaksi ini dilakukan penelitian mendalam oleh DSI," ujar Airlangga dalam acara Sosialisasi dan Implementasi DHE SDA di kantornya Jakarta, pada Jumat, 6 November 2026.

Selain pengawasan transaksi, DSI juga akan mengendalikan proses persetujuan draf Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen kontrak, draf PEB, hingga dokumen transaksi lainnya.

Jika seluruh dokumen dinyatakan memenuhi persyaratan, DSI akan memberikan persetujuan agar draf PEB dapat diteruskan ke sistem digital Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Meski demikian, penyusunan dokumen PEB tetap dilakukan eksportir melalui portal DSI. Nama DSI juga tidak dicantumkan dalam elemen data PEB.

Sementara itu, seluruh kewajiban ekspor tetap berada di tangan eksportir, mulai dari pemenuhan ketentuan larangan dan pembatasan (lartas), domestic market obligation (DMO), pemeriksaan barang, hingga penanganan pengiriman (shipment handling).

Airlangga menjelaskan, seluruh proses penyiapan dan pengiriman dokumen ekspor SDA strategis nantinya dilakukan secara digital dan real time melalui portal DSI atau sistem Nadi.

Sistem tersebut akan terintegrasi dengan sistem Keisa milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Sistem Indonesia National Single Window (SINSW).

Dalam mekanisme tersebut, DSI menjalankan pengawasan pada tahap pre-clearance dan post-clearance. Adapun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Lembaga National Single Window (LNSW) tetap menjalankan fungsi pemeriksaan dan pelayanan pada tahap customs clearance.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut, pemerintah akan merevisi sejumlah regulasi, baik di tingkat peraturan pemerintah maupun peraturan turunannya, termasuk peraturan menteri perdagangan dan peraturan Menteri Keuangan.

Airlangga menargetkan seluruh perubahan regulasi rampung pada pertengahan November 2026 agar dapat menjadi landasan implementasi kebijakan mulai 1 Januari 2027. Sementara itu, uji coba sistem ditargetkan dimulai pada 15 Desember 2026.

Pemerintah juga akan menerapkan strategi penahapan sebelum dan setelah pemberlakuan kebijakan untuk memastikan transisi mekanisme ekspor SDA strategis berjalan lancar.

"Perubahan tersebut diharapkan menjadi dasar implementasi per 1 Januari dan diharapkan piloting bisa dimulai di 15 Desember 2026," tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya