Berita

Pemrakarsa 98 Resolution Network, Wignyo Prasetyo (kedua dari kanan). (Foto: Istimewa)

Politik

Ulah Listyo Sigit Dkk Menjurus Makar, Program Kerakyatan Presiden Terganggu

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 17:01 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi Polri lainnya sudah menjurus pada tindakan makar.

Hal itu disampaikan Pemrakarsa 98 Resolution Network, Wignyo Prasetyo, yang menganggap tindakan Listyo Sigit dkk telah berupaya melumpuhkan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan pemerintahan.

"Pelanggaran itu sudah dilakukan sejak 2025, ini patut kita duga sebagai upaya sistematis dan terencana untuk menyabotase serta melumpuhkan kemampuan kepala negara," ucap Wignyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.


Menurut dia, Polri harus objektif dan transparan dalam membongkar kasus ini.

"Kita apresiasi apa yang dilakukan Polri dan kita berharap Polri dapat membongkar kasus ini sehingga segalanya menjadi terang benderang," ungkapnya.

Mantan aktivis 98 ini juga berharap penyelidikan Polri tidak berhenti di internal kepolisian semata dan perlu menelusuri pihak-pihak lain yang turut menggunakan penyadapan tersebut.

“Harus ditelusuri semua yang terkait,” tegasnya.

Wignyo menghimbau masyarakat untuk mendukung langkah-langkah Polri dan Presiden. Lanjut dia, tindakan yang mengarah makar ini akan mengganggu agenda kerakyatan presiden. 

"Agenda-agenda kerakyatan presiden ini sedang diganggu dan pasti rakyat juga yang dirugikan. Karenanya, kami mengajak masyarakat untuk memberi dukungan kepada langkah-langkah Polri dan tentunya dukungan kepada Presiden," tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya