Berita

Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) pada Kamis, 5 November 2026 (Foto: Dokumen Istimewa)

Politik

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 11:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang terus bergulir dinilai belum tentu berdampak pada penurunan dukungan publik terhadap mantan kepala negara tersebut. 
Dinamika politik dan cara masyarakat memandang persoalan itu turut memengaruhi respons terhadap Jokowi.

Pengamat politik Iyyas Subiakto mengatakan, kontroversi yang melibatkan seorang tokoh tidak selalu berujung pada berkurangnya dukungan. Dalam situasi tertentu, tekanan atau kritik yang dinilai berlebihan justru dapat memunculkan solidaritas dari kelompok masyarakat yang merasa tokoh tersebut diperlakukan tidak adil.
“Kalau ada orang baik terlihat ditekan maka reaksi masyarakat akan menyatu membelanya,” ujar Iyyas dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Jumat 6 November 2026.


Ia mengaitkan pandangan tersebut dengan perjalanan politik Jokowi, termasuk dinamika yang terjadi menjelang hingga berlangsungnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Iyyas, meskipun Jokowi tidak lagi menjadi peserta pemilihan, posisinya dalam dinamika politik nasional saat itu masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat.

Ia juga menyinggung kemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 sebagai gambaran bahwa pengaruh politik Jokowi ketika itu masih diperhitungkan.

“58 persen hasil pilpres itu telak,” katanya.

Terkait polemik ijazah, Iyyas berpandangan bahwa persoalan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional. Perdebatan mengenai keabsahan dokumen harus mengacu pada bukti dan mekanisme hukum, sementara penilaian terhadap kepemimpinan seseorang merupakan persoalan yang lebih luas.

Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kritik maupun meminta penjelasan atas persoalan yang menyangkut pejabat dan mantan pejabat publik. Karena itu, proses pemeriksaan fakta dan penghormatan terhadap mekanisme hukum menjadi penting agar perdebatan tidak hanya berkembang berdasarkan persepsi masing-masing pihak.

Iyyas juga mengingatkan bahwa kekuasaan yang diperoleh melalui pemilihan umum pada dasarnya merupakan amanah dari masyarakat. Karena itu, kepentingan publik harus tetap menjadi orientasi utama dalam penyelenggaraan negara.

“Setelah menang pemilu atau pilpres mereka adalah pegawai rakyat,” ujarnya.

Pandangan Iyyas menunjukkan bahwa polemik yang dihadapi Jokowi tidak serta-merta dapat dijadikan ukuran untuk menilai perubahan dukungan masyarakat terhadap dirinya.

Besarnya dukungan publik terhadap seorang tokoh tetap perlu dilihat melalui berbagai indikator yang dapat dipertanggungjawabkan. 
Intensitas perdebatan maupun respons kelompok pendukung saja belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan persepsi masyarakat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya