Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Istimewa)

Bursa

Soroti CIO Danantara, Pengamat Dukung Sanksi OJK terhadap Supra Sekuritas

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 15:30 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengamat ekonomi politik Muhammad Ridha mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Supra Sekuritas Indonesia terkait kasus perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). 

Ia juga menyoroti kepemilikan saham tidak langsung Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir di perusahaan sekuritas tersebut berisiko menimbulkan benturan kepentingan.

Ridha menilai penegakan aturan pasar modal perlu disertai pertanggungjawaban dari pihak yang memiliki kewenangan mengelola investasi aset negara. 


"Pejabat yang memegang kewenangan atas investasi aset negara harus tunduk pada standar yang tinggi dalam mengungkap dan mengelola kepentingan bisnis pribadinya," kata Ridha kepada wartawan, Jumat 6 November 2026.

Sementara itu, Pandu mengaku merupakan pemegang saham minoritas pasif di Supra Sekuritas.

Pandu menyebut proses pelepasan kepemilikan tidak langsungnya di Supra Sekuritas telah dimulai pada 1 Juni 2026. 

Pandu juga menegaskan Danantara tidak pernah bekerja sama atau bertransaksi dengan perusahaan tersebut.

Ridha mengatakan, Danantara perlu menjelaskan kapan proses pelepasan saham itu akan tuntas, kapan kepemilikan tersebut dilaporkan kepada lembaga terkait, serta langkah yang ditempuh untuk mencegah benturan kepentingan selama Pandu menjabat. 

"Ketika pejabat yang berwenang mengarahkan investasi aset negara juga memiliki kepentingan finansial pribadi di industri pasar modal, publik berhak mengetahui bagaimana kedua kepentingan itu dipisahkan sejak awal," kata Ridha.

Selain menyoroti posisi Pandu, Ridha mendorong perubahan tata kelola Danantara. Menurutnya, pengambilan keputusan investasi tidak semestinya hanya bertumpu pada kalangan berlatar belakang korporasi. 

Ia mengusulkan agar organisasi buruh, tani, nelayan, dan kelompok masyarakat lainnya memperoleh perwakilan formal dalam struktur tata kelola Danantara.

Ridha menilai perwakilan tersebut perlu memiliki akses informasi dan kewenangan yang jelas untuk menilai kebijakan investasi serta dampaknya terhadap masyarakat. 

"Pengalaman buruh, petani, nelayan, dan juga organisasi rakyat lainnya juga penting untuk menentukan investasi mana yang menciptakan kesejahteraan rakyat luas seperti pekerjaan layak, memperkuat produksi pangan, dan menopang penghidupan masyarakat pesisir," pungkas Ridha.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya