Berita

Menteri Kehutana Raja Juli Antoni di Bandara Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. (Foto: Kemenhut)

Nusantara

Evakuasi Heli Mi-17 Hadapi Kendala Air Keruh dan Ombak Besar

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Proses evakuasi Helikopter Mi-17V5 yang jatuh di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi sejumlah kendala di lapangan. 

Kondisi air yang sangat keruh dan berlumpur membuat jarak pandang para penyelam sangat terbatas, ditambah gelombang yang cukup besar.

"Memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, lumpur, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasukin sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut,” ujar Menteri Kehutana Raja Juli Antoni di Bandara Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, Jumat, 6 November 2026.


Selain jarak pandang yang terbatas, proses evakuasi juga menghadapi kondisi ombak yang besar. Kedua kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diperhitungkan dalam upaya penyelamatan korban dan evakuasi badan heli.

Meski demikian, tim penyelam telah dibekali informasi mengenai kondisi dan struktur helikopter. Tim telah memiliki gambar dan video Helikopter Mi-17 sehingga para penyelam dapat mempelajari posisi pintu, pintu darurat, hingga mekanisme pelepasan sabuk pengaman sebelum kembali melakukan proses evakuasi.

“Namun tadi sudah disampaikan kita sudah memiliki gambar dan video Heli Mi-17 ini. Jadi nanti para penyelam sudah diberikan pengetahuan yang cukup di mana pintu yang bisa dibuka, di mana pintu darurat yang bisa dibuka dan bagaimana cara melepaskan sabuk dan sebagainya,” ujarnya.

Menhut meminta doa agar seluruh proses evakuasi dapat berjalan maksimal. Ia menegaskan proses tersebut dilakukan secara bersama-sama di bawah koordinasi seluruh unsur terkait dan merupakan bagian dari perintah Presiden untuk memaksimalkan proses evakuasi dan penyelamatan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya