Berita

ChatHPT/Net

Tekno

Muhammadiyah Hadirkan ChatHPT Asisten AI Canggih Rujukan Fatwa Tarjih

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 10:37 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan kini mulai dimanfaatkan secara positif dalam bidang keagamaan, salah satunya oleh Persyarikatan Muhammadiyah yang resmi memperkenalkan asisten AI bernama ChatHPT.

Inovasi digital yang berangkat dari Himpunan Putusan Tarjih (HPT) ini dirancang khusus untuk memudahkan umat dalam mengeksplorasi dan memahami khazanah keilmuan Tarjih Muhammadiyah, termasuk mengakses keputusan dan fatwa, hanya melalui percakapan dengan bahasa sehari-hari.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara khusus mengajak seluruh warga dan pimpinan Muhammadiyah untuk mulai akrab dan memanfaatkan teknologi cerdas tersebut.


Imbauan ini disampaikannya secara langsung seusai membuka acara Munas Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Kamis, 5 November 2026.

"Karena itu nanti kepada seluruh anggota, pimpinan itu untuk akrab dengan ChatHPT, supaya tidak keliru dalam hal beragama atau mempraktikkan, mengamalkan ajaran agama agar tetap ar ruju ila qur'an wa sunnah dan ijtihad," kata Haedar mengutip situs Muhammadiyah.

Haedar memberikan apresiasi tinggi atas terobosan luar biasa ini, yang terwujud berkat sinergi dan kolaborasi erat antara Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), serta LabMU.

Setelah menjajal platform ChatHPT secara langsung, ia mengaku sangat terkesan karena kemudahan serta kelengkapan isinya yang menyajikan uraian mendetail mulai dari isi pokok, kesimpulan, hingga sumber rujukannya.

"Ini luar biasa yang dilakukan Tarjih dan akan bisa meluas di masyarakat. Tinggal terus produktif disusun berbagai masalah, materi yang menjadi ranah Majelis Tarjih dan Tajdid. Terima kasih kepada programer yang membikin ini semuanya, ini amal jariyah," ungkap Haedar.

Kehadiran ChatHPT ini diharapkan tidak hanya mempermudah umat mencari panduan agama, tetapi juga mampu menghubungkan generasi muda dengan kekayaan khazanah keilmuan Muhammadiyah, sekaligus merawat budaya membaca dan menelusuri sumber pengetahuan secara kritis.

"Jadi sekarang makin mudah kalau ingin tahu keputusan, fatwa, sampai pada hal-hal yang menjadi agenda, menjadi masalah dalam keagamaan di bawah Majelis Tarjih dan Tajdid," tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya