Berita

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan (Foto: Bakom RI)

Pemerintahan

Bakom Tegaskan Komitmen Pemerintah Lawan Segala Bentuk Makar

JUMAT, 06 NOVEMBER 2026 | 10:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan menegaskan komitmen pemerintah untuk melawan segala bentuk tindakan yang mengarah pada perbuatan makar. 

Pernyataan itu disampaikan Syahganda merespons dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang belakangan mencuat. 

Menurutnya, dugaan tersebut merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi karena berpotensi mengarah pada tindakan makar sekaligus membahayakan keselamatan kepala negara.


"Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena hal itu sudah mengarah ke tindakan makar. Kita harus melawan segala bentuk makar," ujar Syahganda dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat, 6 November 2026.

Menurutnya, Presiden merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang harus dijaga dan dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia. 

Karena itu, tindakan pengkhianatan yang dilakukan pejabat negara terhadap Presiden juga harus dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.

Syahganda menekankan bahwa setiap dugaan tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, maupun kewibawaan Presiden harus ditangani melalui mekanisme hukum. 

Penegakan hukum diperlukan agar persoalan tersebut dapat diungkap secara objektif dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

"Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," papar dia.

Lebih lanjut, Syahganda mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat persatuan nasional. 

Dia mengingatkan agar kepentingan dan ambisi kekuasaan tidak menjadi alasan untuk membiarkan tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa  memecah-belah persatuan kita," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya