Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Stafsus Menteri Sosial Fuji Abdul Rohman. (Foto: Istimewa)
Penguatan intelektualisme harus menjadi fondasi gerakan kepemudaan agar tidak berhenti pada semangat organisasi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Staf Khusus Menteri Sosial, Fuji Abdul Rohman menegaskan bahwa pemuda harus memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan masyarakat, serta menawarkan solusi bagi berbagai tantangan kebangsaan.
Hal itu disampaikan Fuji dalam diskusi di Jakarta saat mendampingi Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang juga Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat, kepala daerah, dan tokoh publik.
Fuji mengatakan, nilai kebangsaan yang tumbuh dalam Persyarikatan Muhammadiyah harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan negara.
“Nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan dalam Persyarikatan Muhammadiyah menuntun kita untuk mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, menjaga Indonesia, serta memperkokoh Persatuan Indonesia,” kata Fuji, dikutip Kamis, 5 November 2026.
Menurut Fuji, pengabdian pemuda tidak semestinya hanya berorientasi pada kepentingan kelompok atau organisasi. Lebih dari itu, gerakan kepemudaan harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat agar gagasan dan kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan publik.
Pandangan tersebut sejalan dengan penekanan Dzulfikar Ahmad Tawalla yang menilai intelektualisme penting dalam gerakan kepemudaan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan, kekuatan pemikiran diperlukan agar gerakan memiliki arah, misi, dan tujuan yang jelas.
Fuji sendiri merupakan tokoh muda yang aktif di bidang pemerintahan, organisasi kepemudaan, dan sosial kemasyarakatan. Sejak 2024, ia menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sosial.
Sebelumnya, Fuji pernah menjadi Staf Khusus Wakil Ketua DPR periode 2019-2024 dan anggota Dewan Pengawas Perum Jasa Tirta I.
Di lingkungan Muhammadiyah, ia mengawali aktivitas organisasi melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat. Fuji kemudian menjabat Bendahara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2014–2018 dan anggota Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah periode 2022–2027.
Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Wakil Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, serta Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB PERBASASI) periode 2026–2030.
Dalam bidang akademik, Fuji menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Magister Ilmu Hukum di Universitas Trisakti. Ia juga melanjutkan pendidikan doktoral Ilmu Hukum di Universitas Tarumanagara.