Berita

Mendikti Saintek Brian Yuliarto (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 22:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 November 2026. 

Dalam taklimat tersebut, Prabowo menekankan pentingnya membangun generasi pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas profesional, serta jiwa kebangsaan yang kuat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan, program yang diselenggarakan Universitas Republik Indonesia (URI) itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung berbagai program strategis nasional. 


Sebanyak 400 lulusan sarjana telah terpilih melalui proses seleksi pada angkatan pertama.

"Menyiapkan para lulusan dari sarjana yang memang memiliki kapasitas yang baik, yang dibutuhkan sesuai untuk berbagai program strategis nasional," ujar Brian kepada awak media.

Dia menerangkan, para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan program magang selama dua bulan sebelum ditempatkan di lingkungan BUMN maupun berbagai program strategis pemerintah.

"Nah penyiapan dari 400 orang yang akan nantinya ditempatkan di BUMN dan berbagai program strategis itu dilakukan oleh URI. Nah ini yang mereka ada training selama 6 bulan, kemudian mereka akan ada magang juga selama 2 bulan," jelasnya.

Menurut Brian, pembekalan yang disampaikan Prabowo tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kepekaan sosial.

Para calon pemimpin tersebut diharapkan memahami kondisi masyarakat serta mampu menjalankan amanah dengan integritas dan tanggung jawab.

"Intinya tadi Pak Presiden memberikan pembekalan bagaimana mereka betul-betul siap, betul-betul memiliki integritas yang baik, hati yang baik, kapasitas yang baik, dan juga jiwa kebangsaan, rasa pemahaman yang baik tentang kondisi rakyat Indonesia, kondisi bangsa Indonesia," ungkap Brian.

Brian menambahkan, Presiden menginginkan para peserta mampu menunjukkan kinerja optimal ketika memasuki dunia kerja tanpa mengesampingkan nilai kejujuran dan integritas. 

"Sehingga mereka ketika nanti bekerja, mereka memiliki performasi yang baik dengan integritas yang tinggi," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya