Berita

Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar. (Foto: Istimewa)

Politik

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda sejatinya menjadi wadah untuk memperkokoh persatuan dan kolaborasi lintas profesi maupun latar belakang. Namun, kemunculan aksi boikot terhadap sejumlah figur publik dinilai telah mencoreng semangat tersebut.

Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar, menyoroti secara khusus aksi boikot yang menyasar Raffi Ahmad (Rans) dan kreator konten Willie Salim pasca-acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia pada 29 Oktober 2026 lalu.

Menurut Musni, tindakan pemboikotan oleh kalangan pemuda justru mengancam fondasi kebangsaan dan mencederai iklim demokrasi di Tanah Air.


"Sekadar mengingatkan, keruntuhan dan kehancuran berbagai negara dan imperium di dunia, sumber utamanya bukan dari eksternal, tetapi dari internal. Tidak ada kolaborasi dan saling percaya di antara sesama anak bangsa," ujar dia kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Selasa, 3 November 2026.

Ia menyayangkan sikap intoleran terhadap perbedaan yang masih ditunjukkan oleh sebagian kelompok pemuda, padahal mereka adalah pewaris sekaligus pelanjut masa depan Indonesia.

Di alam demokrasi, terang Musni, setiap warga negara sah-sah saja memiliki perbedaan pandangan maupun kepentingan. Namun, hal tersebut tidak boleh berujung pada aksi saling jegal atau boikot.

"Perbedaan pandangan dan bahkan beda kepentingan, hendaknya dihargai dan dihormati. Konsekuensinya, tidak boleh ada aksi boikot karena perbedaan tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut, Musni mengingatkan bahwa kehadiran figur publik seperti Raffi Ahmad dalam peringatan Sumpah Pemuda sebenarnya membawa dampak positif, khususnya bagi roda perekonomian kerakyatan.

"Apalagi yang dilakukan berkaitan peringatan Sumpah Pemuda yang bisa menyemarakkan kegiatan bisnis untuk pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," imbuhnya.

Musni Umar pun mengimbau kepada seluruh elemen pemuda untuk menyingkirkan ego sektoral dan atribut masing-masing demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

"Kita bisa berbeda profesi, latar belakang, asal-usul, suku dan agama, tetapi pada momentum peringatan Sumpah Pemuda yang sangat bersejarah, segala perbedaan pandangan mesti dikesampingkan untuk mengukuhkan kebersamaan," demikian Musni mengakhiri.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya