Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Politik

DPR Harus Tindaklanjuti Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Tapi….

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Putusan perkara nomor 742 K/TUN/2026 tentang gugatan syarat keterangan (Suket) penyetaraan sekolah menengah atas milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal menimbulkan gejolak politik di tanah air.

Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan menilai bahwa Suket ijazah Gibran harus segera ditindaklanjuti DPR selaku pembuat undang-undang. 
                           
“Itu agar permasalahan ijazah dalam pencalonan capres, cawapres tidak terulang kembali di kemudian hari dan harus diturunkan secara detail aturannya,” kata Hasyibulloh kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.


Lanjut dia, DPR juga harus mempertimbangkan kondisi sosial, politik dan ekonomi dalam merespons hal tersebut. 

“Itu agar tidak terjadi kekacauan secara politik apalagi nantinya membuat pergolakan di masyarakat dan berdampak pada stabilitas politik serta sistem demokrasi yang telah dibangun selama 28 tahun,” jelas pengamat politik jebolan IISIP Jakarta tersebut.

Pastinya dengan adanya gejolak politik soal Gibran, krisis sosial dan ekonomi bakal terbuka lebar di permukaan.

Kini, DPR RI dalam hal ini partai politik didesak mengambil langkah yang paling santer, yakni hak angket. Hampir politisi di semua fraksi sudah bersuara. Selanjutnya tinggal bagaimana para pimpinan parpol menyikapi hal tersebut. 

Syarat pengajuan Hak Angket DPR RI sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 (UU MD3) tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (khususnya Pasal 199). Hak angket cukup diusulkan 25 orang anggota DPR RI dengan setidaknya dua fraksi partai politik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya