Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Airlangga Ungkap Pemicu Impor RI Naik Hampir 20 Persen

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kenaikan impor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 yang mencapai hampir 20 persen.

Lonjakan tersebut terutama dipicu meningkatnya kebutuhan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan produksi dalam negeri.

Airlangga menyampaikan, nilai impor Indonesia tercatat sebesar 210,63 miliar dolar AS atau tumbuh 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


"Import juga mengalami kenaikan 19,67 persen, yaitu sebesar 210,63 miliar, terutama kenaikan bahan baku dan penolong, juga kenaikan dari capital goods atau barang-barang modal, dan di bulan Januari-September juga terjadi di banding tahun lalu 176, jadi importnya naik hampir 20 persen," kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa, 3 November 2026.

Sementara itu, impor nonmigas mencapai 178,06 miliar dolar AS, meningkat 16,92 miliar dolar AS. Airlangga menjelaskan, kenaikan impor nonmigas tersebut turut dipengaruhi oleh pergerakan harga. 

Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,58 persen secara tahunan, dengan total mencapai 221,23 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026. Adapun ekspor nonmigas tercatat sebesar 212,27 miliar dolar AS.

Airlangga juga memaparkan perkembangan inflasi Oktober 2026 yang mencapai 3,23 persen secara tahunan dan 0,22 persen secara bulanan. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date) berada di level 2,4 persen atau masih dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurutnya, tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok harga bergejolak (volatile food) sebesar 5,81 persen dan harga yang diatur pemerintah (administered prices) sebesar 3,24 persen. Sedangkan inflasi inti (core inflation) relatif terkendali di angka 2,56 persen. 

Pemerintah juga menyiapkan program diskon transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk mengantisipasi kenaikan biaya perjalanan, khususnya angkutan udara.

"Jadi dari segi inflasi sendiri, core inflation-nya hanya 2,56, administer price yang memang tinggi 3,24, dan volatile food 5,81. Jadi ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya