Berita

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki. (Dok.ddjp)

Parlemen

DPRD Peringatkan Pemprov DKI Kurangi Anggaran Seremonial

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 05:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemprov DKI Jakarta diminta mengurangi alokasi anggaran kegiatan seremonial pada 2027 dan lebih mengutamakan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki usai memimpin rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2027, Senin 2 November 2026.

Rapat di Ruang Komisi E itu membahas usulan anggaran bersama Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos), Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), serta Dinas Sosial.


Subki mengatakan, pembahasan anggaran harus menghasilkan program bermanfaat langsung bagi masyarakat. Terlebih, kondisi keuangan daerah menuntut pemerintah lebih selektif menentukan prioritas belanja.

“Jangan terlalu banyak kegiatan seremonial,” kata Subki.

Total usulan anggaran dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mitra Komisi E mencapai sekitar Rp33,2 triliun.

Komisi E akan mencermati setiap usulan kegiatan. Sehingga, penggunaan anggaran menjawab persoalan masyarakat.

Kebutuhan yang perlu perhatian antara lain, persoalan data desil kesejahteraan sosial, pembangunan dan pemeliharaan rumah ibadah, hingga penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perundungan.

“Kita ingin semua itu mendapatkan perhatian dari pemerintah dan seluruh SKPD,” kata Subki.

Selain itu, Komisi E menegaskan keberpihakan anggaran terhadap sektor pendidikan. Hingga kini, masih ada anak-anak yang belum bersekolah dan putus sekolah.

Bahkan, terdapat anak-anak terkendala memperoleh ijazah. Termasuk kesulitan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sedangkan pada sektor kesehatan, Subki meminta Pemprov DKI memperbaiki mekanisme pelayanan. Terutama bagi masyarakat yang terkendala kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Perhatian khusus terhadap peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang kepesertaannya terputus atau tidak aktif. Kondisi demikian berpotensi menghambat akses pelayanan kesehatan.

“Koordinasi antara rumah sakit dengan BPJS Kesehatan tentu harus lebih baik,” kata Subki.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya