Berita

DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)

Politik

PPP Cirebon Ajak Pengurus Gunakan Akal Sehat soal Konflik Internal

SELASA, 03 NOVEMBER 2026 | 00:31 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gejolak di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merembet hingga ke pengurus dan kader di akar rumput.

Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono dikabarkan menginstruksikan seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk merilis pernyataan dukungan terbuka atas pemberhentian Agus Suparmanto dari kursi Wakil Ketua Umum dan Taj Yasin Maimoen dari posisi Sekretaris Jenderal DPP PPP. 

Instruksi ini disinyalir sebagai reaksi cepat atas pernyataan Ketua DPP PPP periode 2020-2025, M. Thobahul Aftoni. Sebelumnya, Aftoni secara terbuka meremehkan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP Tahun 2026  dengan menyebutnya sebagai sekadar lelucon dan gertak sambal.


Namun respons Mardiono dinilai berlebihan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, jika pengurus DPP PPP tengah menerjunkan tim khusus untuk mendata daerah-daerah yang membangkang. 

Pengurus wilayah maupun cabang yang menolak menyetor pernyataan dukungan terbuka akan dicap tidak loyal dan diancam sanksi pencopotan jabatan.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Cirebon periode 2021-2026, Hisyam Mansyur, menilai gertakan dari Jakarta sama sekali tidak mengkhawatirkan dan tidak akan mengubah substansi hukum organisasi.

"Mau 1.000 kali bikin pernyataan pun tidak ada pengaruhnya. Kementerian Hukum sudah membaca AD/ART PPP, baik dari hasil Muktamar X maupun dari Muktamar lantai 10," kata Hisyam saat dihubungi, Senin, 2 November 2026.

Sikap Hisyam merujuk pada keyakinannya bahwa Kementerian Hukum tidak akan memproses keputusan Rakornas yang dinilai menabrak aturan main partai. 

Hisyam justru melihat kepanikan di tingkat pusat sebagai cerminan dari rapuhnya legitimasi kepemimpinan saat ini. Menurutnya, kepemimpinan Mardiono mengidap problem kepercayaan diri yang akut.

Penyebab utamanya, kata dia, karena Mardiono tidak pernah dipilih oleh forum tertinggi kedudukan partai yang sah. 

"Dia hanya mengklaim terpilih melalui sebuah kamar hotel di lantai 10," kata Hisyam.

Alih-alih memperkuat posisi pusat, pengerahan massal pengurus daerah untuk membuat rilis dukungan dinilai Hisyam sebagai blunder yang memalukan. 

"Mari kita gunakan akal sehat. Kita ini manusia, dibekali akal pikiran. Bukan bebek yang ngekor kepada induknya meskipun langkah itu menabrak aturan,"pungkas Hisyam.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya