Berita

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto. (Foto: dpr.go.id)

Parlemen

Fenomena Cancel Culture RANS Carnival Berpotensi Rugikan UMKM

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 20:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Legislator PDIP Adisatrya Suryo Sulisto, menyoroti fenomena cancel culture terhadap acara RANS Carnival yang berdampak pada mundurnya sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari kegiatan tersebut.

Menurut Adisatrya, fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan publik di media sosial dapat bertransformasi menjadi dampak ekonomi nyata yang merugikan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM dan pekerja industri kreatif.

“Fenomena cancel culture oleh publik serta sikap mundurnya keikutsertaan dari para pelaku UMKM pada event RANS Carnival menunjukkan dua aksi solidaritas secara langsung. Pertama, menghormati suara publik atau warganet," kata Adisatrya saat dihubungi Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL di Jakarta, Senin, 2 November 2026.


"Kedua, dukungan dan ajakan masyarakat di media sosial untuk tetap bisa membeli produk para UMKM yang batal mengikuti RANS Carnival, baik secara langsung maupun melalui pemesanan daring,” sambungnya.

Wakil Ketua Komisi VI  DPR RI ini menilai, fenomena tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan mob mentality di media sosial dapat dengan cepat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia mengingatkan, dampak dari polemik figur publik tidak hanya dirasakan oleh pihak yang terlibat langsung, tetapi juga pelaku usaha dan pekerja yang tidak memiliki kaitan dengan persoalan tersebut.

“Saya melihat fenomena ini membuktikan bahwa hari ini memang kekuatan mob mentality di media sosial dapat berubah dengan cepat menjadi tekanan langsung pada aktivitas ekonomi yang merugikan banyak pihak, terutama UMKM, EO, dan pekerja industri kreatif yang tidak terlibat langsung dalam polemik tersebut,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, Adisatrya menegaskan bahwa pihaknya berkepentingan menjaga iklim usaha yang sehat, adil, serta memberikan kepastian dan perlindungan bagi seluruh pelaku usaha.

Ia menekankan, kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik harus tetap dihormati. Namun, pada saat yang sama, keberlangsungan usaha juga perlu mendapat perlindungan agar tidak menjadi korban dari polemik yang melibatkan figur publik.

“Posisi Komisi VI DPR RI jelas, kami berkepentingan menjaga iklim usaha yang sehat, adil, dan memberikan kepastian serta perlindungan bagi pelaku usaha," tuturnya.

"Kebebasan menyampaikan kritik harus dihormati, tetapi keberlangsungan usaha juga wajib dilindungi. Jangan sampai pelaku usaha menjadi korban dari polemik figur publik yang berujung pada kerugian ekonomi masyarakat,” tambahnya menegaskan.

Lebih lanjut, Adisatrya menyebut kasus cancel culture pada RANS Carnival dapat menjadi preseden baru dalam industri hiburan nasional.

Menurutnya, reputasi dan orientasi politik figur publik kini berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha yang melibatkan rantai ekonomi mikro.

“Kasus cancel culture pada acara RANS Carnival ini tentunya menjadi preseden baru dalam industri hiburan, di mana reputasi serta orientasi politik figur publik bisa berdampak langsung pada kelangsungan usaha yang melibatkan rantai ekonomi mikro," ucapnya. 

"Karena itu, kami mendorong Pemerintah memperkuat perlindungan bagi pelaku usaha,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya