Berita

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. (Foto: RMOL)

Hukum

Tak Cuma Kapolres, Din Syamsuddin Desak Kapolri Pecat Kapolda Jateng

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 20:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto sangat dinanti dalam merespons penggerebekan asrama Pondok Pesantren (Ponpes) khusus putri Hamalatul Qur'an di Mojolabang, Sukoharjo, pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin berharap, langkah tegas Kapolri dilakukan dengan memecat Kapolda Jawa Tengah, Irjen Roy Hardi Siahaan. Sebab menurutnya, tindakan penggerebekan itu tidak manusiawi, melanggar hak asasi manusia (HAM), dan mencederai lembaga pendidikan Islam.

“Maka tidak ada kata yang bijak kita sampaikan kepada Kapolri kecuali segera memecat Kapolda Jawa Tengah yang dianggap memerintah, gagal menjalankan fungsi Polri semestinya,” tegas Din kepada wartawan, Senin, 2 November 2026.


Mantan Ketua Umum MUI ini mengingatkan agar peristiwa tersebut tidak diabaikan karena berpotensi memicu kemarahan masyarakat sekaligus semakin menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Jangan abaikan kejadian tersebut karena hanya menimbulkan kemarahan dan menghilangkan kepercayaan masyarakat yang sebenarnya sudah memudar selama beberapa tahun lalu. Inilah saatnya Kapolri mengambil tindakan tegas membersihkan Kepolisian Negara dari stigma buruk, dan membenahi ketidakprofesionalan Polri,” ujarnya.

Lebih jauh, Din juga mengimbau umat Islam, khususnya kalangan pesantren, agar tetap tenang dan bersatu dalam menyikapi peristiwa tersebut.

“Kepada umat Islam khususnya kalangan pesantren agar tenang, dan bersatu padu dalam sikap melawan kezaliman,” tandasnya.

Langkah terbaru, Kapolri telah menonaktifkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Andhika Dharma Sena. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST)/2463/XI/KEP./2026.

”Polri melakukan mutasi 3 perwira menengah yang salah satunya adalah menyangkut pergantian jabatan Kapolres Sukoharjo Jawa Tengah atas nama AKBP ADS (Andhika Dharma Sena),” ungkap Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya