Berita

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Tbk, Suryandi. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Energi

Chandra Asri Ungkap Strategi Hadapi Serbuan Produk Petrokimia China

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 18:56 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Produk petrokimia asal China yang lebih murah menjadi tantangan bagi industri petrokimia dalam negeri. Persaingan harga menuntut produsen lokal menjaga efisiensi operasional dan menekan biaya agar tetap kompetitif.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Tbk, Suryandi, mengatakan produk petrokimia China memiliki keunggulan harga karena mendapat dukungan pemerintah dan bahan baku yang lebih murah.

"Untuk menghadapi persaingan dengan China, ya kita harus lihat apa yang kita bisa lakukan," kata Suryandi dalam diskusi bersama Forum Wartawan Industri di Hotel Bidakara, Senin, 2 November 2026.


Menurutnya, salah satu prioritas perusahaan adalah menjaga operasional pabrik agar tidak terganggu. Sebab, penghentian produksi berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan.

"Satu hari kita shutdown, kita rugi 2 juta dolar. Mungkin sekarang bukan 2 juta dolar lagi karena kapasitasnya lebih besar, bisa mungkin 3-4 juta dolar, 2 kali lipat," ujarnya.

Selain menjaga kelancaran produksi, Chandra Asri juga akan lebih cermat mengelola biaya di luar produksi, termasuk beban pinjaman bank. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kinerja keuangan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Di sisi lain, perusahaan mengandalkan keunggulan distribusi domestik untuk mempertahankan pelanggan. Chandra Asri memiliki jaringan gudang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta dukungan logistik yang memungkinkan produk menjangkau pelanggan lebih cepat.

Suryandi menilai, pembelian produk impor membutuhkan waktu pengiriman dan proses kepabeanan yang berpotensi memperlambat ketersediaan barang bagi industri hilir.

"Apa yang Chandra Asri bisa berikan, apa yang bisa kita siapkan adalah produknya ada di pabrik kita di Indonesia, ada di Jawa, ada warehouse dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, ada distribusinya juga yang memang under control," jelasnya.

Ia menambahkan, kepastian pasokan menjadi nilai tambah bagi pelanggan yang membutuhkan bahan baku secara cepat. Menurutnya, keunggulan tersebut penting agar industri hilir dalam negeri tetap menjadikan produk lokal sebagai pilihan dan tidak sepenuhnya bergantung pada impor.

Saat ini, industri petrokimia dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan nasional, sedangkan 40 persen lainnya masih dipenuhi melalui impor. Di tengah kondisi tersebut, Suryandi memperkirakan permintaan produk petrokimia Indonesia dapat tumbuh sekitar 5 hingga 6 persen per tahun.

"Yang kita perlu jaga adalah serbuan-serbuan dari produk impor. Yang tadi harganya lebih murah," pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya