Berita

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, bersama anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya (kanan ke kiri—tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Parlemen

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 18:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia sudah mengkhawatirkan dan membutuhkan gerakan bersama lintas sektor untuk mencegahnya.

Bagaimana tidak, hingga kini anak-anak Indonesia masih menghadapi berbagai ancaman kekerasan, perundungan, bahkan tindakan yang berujung pada kematian. Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat berdampak pada masa depan bangsa.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia (ADK) usai bertemu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, bersama anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya serta perwakilan pelajar dan mahasiswa di Kantor Kementerian PPPA, Jakarta, pada Senin, 2 November 2026.


Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut audiensi sebelumnya dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membahas upaya melindungi anak Indonesia dari kekerasan.

“Indonesia harus menjadi negara yang ramah dan nyaman buat anak-anaknya sendiri, anak-anak bangsa. Karena sekali lagi saya katakan, wajah Indonesia itu terdampak dari wajah anak-anak Indonesia saat ini,” kata Doli.

Doli menegaskan, trauma akibat kekerasan serta dampak fisik dan mental yang dialami anak dapat mengancam kualitas generasi penerus Indonesia.

Ia mengatakan, pemerintah sebenarnya telah menjalankan berbagai program pencegahan kekerasan terhadap anak. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, keluarga, dan lingkungan pendidikan.

Doli yang juga Inisiator ADK Movement ini bersama sejumlah pihak juga telah membentuk gerakan antiperundungan dan kekerasan terhadap anak. Gerakan tersebut diharapkan berkembang menjadi kampanye terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Semangatnya adalah, ini harus menjadi sebuah kampanye menyeluruh, terpadu, dan menjadi gerakan sehingga membangun kesadaran semua orang kita, kesadaran terutama dari pihak keluarga, orang tua, ayah dan ibu yang mempunyai anak, kemudian sekolah, kemudian masyarakat secara umum,” ujarnya.

Doli menyebut, momentum Hari Anak Sedunia pada 20 November mendatang akan dimanfaatkan untuk menggelar kegiatan yang mendorong kesadaran publik terhadap ancaman kekerasan terhadap anak.

“Ini wake-up call-lah buat kita semua bahwa anak-anak ini tidak boleh dibiarkan. Dan, kemudian tentu sinergi ini harus terus diperkuat, ya,” tegasnya.

Di lingkungan DPR, Doli mengidentifikasi sedikitnya enam komisi yang berpotensi terlibat dalam upaya tersebut, yakni Komisi I, II, III, VIII, IX, dan X.

Sementara di tingkat pemerintah, kolaborasi juga perlu melibatkan sejumlah kementerian, antara lain Kementerian PPPA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Agama.

Menurut Doli, upaya melindungi anak tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik. Pembentukan moral, mental, akhlak, dan budi pekerti juga harus menjadi perhatian untuk mencegah kekerasan.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menilai perlindungan anak harus dimulai dari penguatan fondasi keluarga, bukan semata-mata penanganan kasus setelah kekerasan terjadi.

“Di sisi lain, kita menyelesaikan, tapi di sisi yang paling penting adalah kita ingin menyelesaikan di tingkat hulu, yaitu keluarga,” kata Arifatul.

Ia menegaskan, Kementerian PPPA tidak ingin hanya berperan sebagai pemadam kebakaran yang menangani kasus demi kasus. Pencegahan harus diperkuat sejak lingkungan keluarga agar anak memiliki fondasi nilai agama, akhlak, dan budi pekerti yang kuat.

“Kita bentengi anak-anak kita bukan dengan peraturan atau benteng pagar besi yang tinggi, tetapi benteng yang kita tanamkan pada anak-anak kita adalah benteng yang tertanam dalam hati, yaitu nilai-nilai agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti,” ujarnya.

Arifatul menambahkan, pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan memetakan peran masing-masing pihak dan memperkuat koordinasi secara berkala. Salah satu upaya yang didorong adalah penguatan Ruang Bersama Indonesia sebagai wadah kolaborasi, terutama dalam menyelesaikan persoalan perlindungan anak hingga tingkat desa.

Ia berharap kolaborasi tersebut menghasilkan langkah konkret yang dapat dievaluasi secara berkala untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak berjalan efektif.

“Sekali lagi, terima kasih Pak Doli, Bu Atalia. Saya jadi enggak merasa sendiri, karena ada teman yang menguatkan, yang menyuntikkan vitamin untuk kita bergerak bersama. Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya