Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Global

Indonesia Harus Survive agar Tak Jadi Korban Perang Geopolitik

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 16:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai konflik geopolitik yang terjadi saat ini, mulai dari perang Ukraina hingga konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS)-Israel, merupakan bagian dari perebutan supremasi atau dominasi antarkekuatan besar dunia.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta, fenomena tersebut tidak sekadar menggambarkan perang antarnegara, tetapi juga mencerminkan krisis peradaban dan perubahan tatanan dunia yang sedang berlangsung.

"Perang supremasi adalah perebutan dominasi antarkekuatan besar yang berakar pada kepentingan material, persaingan ideologi, dan perubahan tatanan dunia," kata Anis lewat akun X miliknya, Senin, 2 November 2026.


Ia menjelaskan, setidaknya terdapat empat krisis yang berlangsung secara bersamaan, yakni krisis ideologi dan sistem global, pergeseran keseimbangan kekuatan dunia, kegagalan institusi internasional, serta krisis kepemimpinan global.

Menurutnya, salah satu wujud perang supremasi tersebut adalah rangkaian konflik regional yang berkepanjangan dan berpotensi meluas ke kawasan lain, termasuk Asia Tenggara.

Dampak konflik juga tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat langsung dalam peperangan. Negara lain turut menghadapi konsekuensi ekonomi, politik, hingga sosial.

Anis mengingatkan, konflik yang terus berlanjut, terutama di Timur Tengah, berisiko memicu krisis ekonomi berkepanjangan hingga resesi global.

"Situasi ekonomi yang menyesakkan di seluruh belahan dunia pada gilirannya juga dapat memantik gejolak politik dan ekonomi, bahkan sosial, di wilayah domestik setiap negara," ujarnya.

Lebih jauh, Anis memandang perang supremasi sebagai gejala krisis peradaban dan tatanan dunia. Karena itu, arah penyelesaian konflik yang berlangsung saat ini akan turut menentukan bentuk tatanan dunia berikutnya.

"Seperti apa akhir dari semua perang yang saat ini berlangsung, terutama perang di Timur Tengah, saya yakini akan seperti itu pula tatanan dunia baru bermula," jelasnya.

Anis menekankan pentingnya memahami dinamika geopolitik global sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional. Indonesia perlu mengantisipasi risiko agar tidak menjadi korban sampingan atau collateral damage dari konflik antarkekuatan besar.

"Kita harus mempelajari dan memahami semua fenomena geopolitik ini sebagai bagian dari upaya untuk menjaga diri dan bangsa dari risiko menjadi collateral damage dalam konflik pihak lain sekaligus mencari cara untuk survive di tengah pusaran gempa geopolitik," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya