Berita

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: YouTube Kementerian ESDM)

Pemerintahan

Produksi Timah Berlebihan, Pengusaha Tambang Diminta Tahan Diri

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 15:17 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kelebihan pasokan (over supply) timah di pasar global menjadi ancaman bagi harga komoditas tersebut. Harga timah disebut telah merosot ke kisaran Rp15.800, sementara pasokan dunia mengalami kelebihan hampir 800.000 ton dibandingkan kebutuhan tahunan sekitar 3,5 juta ton.

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti kondisi tersebut saat membahas pengelolaan sumber daya alam di sektor pertambangan.

“Sekarang terjadi over supply hampir 800.000 ton. Bagaimana mungkin bisa harganya bagus,” ujar Bahlil dalam Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin, 2 November 2026.


Menurutnya, pelaku industri dan pengusaha tambang perlu menahan diri agar produksi tidak berlebihan ketika harga komoditas sedang tertekan. Peningkatan produksi tanpa mempertimbangkan kebutuhan pasar justru berisiko memperburuk kondisi harga.

“Saya minta teman-teman antara industri dan pengusaha tambangnya ini kita harus bisa menahan diri,” tegasnya.

Bahlil menilai pengendalian pasokan perlu menjadi bagian dari strategi pengelolaan sumber daya alam nasional. Eksploitasi tidak semestinya dilakukan secara berlebihan hanya demi mengejar volume produksi.

“Kalau memang hari ini barangnya belum mahal, barangnya belum bagus, tinggalkan. Nanti ada Menteri ESDM baru, ada Dirjen baru, ada Presiden baru, ada pengusaha baru untuk anak cucu kita, untuk mereka mendapatkan harga yang maksimal,” pungkas Bahlil.

Ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang agar komoditas tambang Indonesia dapat memberikan manfaat optimal bagi negara dan generasi mendatang.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya