Berita

Representative Image (Foto: X)

Global

Iran Masukkan Angkatan Laut dan Udara Inggris ke Daftar Teroris

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 12:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Iran mengambil langkah balasan terhadap Inggris dengan menetapkan Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) dan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF) sebagai organisasi teroris. 

Tak hanya dua matra militer tersebut, badan intelijen luar negeri Inggris, MI6, juga ditetapkan sebagai kelompok musuh.

Mengutip kantor berita pemerintah IRNA, Senin, 2 November 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menjelaskan bahwa penetapan tersebut dilakukan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. 


Langkah itu menyusul keputusan Inggris menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris berdasarkan State Threats Act 2026 pada 13 Juli lalu.

"Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan keputusan itu sebagai respons terhadap tindakan Inggris terhadap Teheran, khususnya penetapan Korps Garda Revolusi Islam sebagai organisasi teroris oleh London," bunyi laporan IRNA.

Selain mempersoalkan kebijakan Inggris terhadap IRGC, Teheran juga menuding London terlibat dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Inggris dituduh memberikan akses terhadap pangkalan militer, fasilitas logistik, serta infrastruktur lain yang berada di bawah yurisdiksinya untuk mendukung operasi kedua negara tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut memicu aksi pembalasan Teheran yang menyasar sejumlah wilayah di kawasan.

Meski upaya diplomatik telah ditempuh dan Washington bersama Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu, situasi keamanan belum sepenuhnya stabil. 

Perselisihan masih berlangsung, terutama menyangkut pengaturan keamanan kawasan dan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Penetapan Royal Navy dan RAF sebagai organisasi teroris serta MI6 sebagai kelompok musuh semakin memperlihatkan memburuknya hubungan Iran dan Inggris. 

Langkah saling menetapkan institusi keamanan sebagai ancaman tersebut berlangsung di tengah konflik Timur Tengah yang belum menemukan penyelesaian permanen.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya