Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: X)

Global

Ukraina Siap Berhenti Bom Kilang Rusia asal AS Kirim Rudal Patriot

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 11:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesediaan menghentikan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia apabila Amerika Serikat (AS) bersedia memasok rudal pencegat Patriot kepada Kyiv. 

Tawaran tersebut menjadi salah satu opsi yang diajukan Ukraina untuk merespons tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Moskow dan Kyiv menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.

Dalam wawancara dengan Fox News, Zelensky mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan sejumlah pembicaraan dengan Trump dan tim pemerintahannya mengenai kemungkinan penghentian serangan terhadap fasilitas energi. 


Namun, ia menegaskan Ukraina tidak bisa begitu saja menahan diri ketika Rusia terus menyerang infrastruktur energi dan warga sipilnya.

“Kami meminta agar kami tidak bisa tidak menanggapi setelah serangan Rusia terhadap energi kami, setelah Rusia membunuh rakyat kami, menyerang listrik, gas, kilang minyak kami, dan segala hal lainnya,” kata Zelensky, dikutip Senin, 2 November 2026.

Zelensky menjelaskan, Kyiv menawarkan dua alternatif kepada Washington. Rusia harus menghentikan serangan terhadap sistem energi Ukraina atau AS menyediakan rudal Patriot agar Kyiv memiliki kemampuan memadai untuk menghadapi gempuran Moskow. 

Dia bahkan menegaskan Ukraina bersedia menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia selama satu bulan jika Washington memenuhi permintaan tersebut.

“Kami mengatakan bahwa jika Anda ingin kami tidak menyerang kilang minyak Rusia, mereka juga tidak boleh menyerang sistem energi kami. Alternatif lainnya, berikan kami rudal Patriot, kami akan mencari uang, bukan hanya bantuan," kata dia.

Menurut Zelensky, rudal Patriot merupakan salah satu persenjataan paling penting bagi Ukraina untuk mencegat serangan drone dan rudal Rusia. Sebelumnya, pemerintahan Trump pada Jumat, 30 Oktober 2026, telah menyetujui penjualan 500 rudal Patriot kepada Kyiv. 

Meski demikian, Zelensky memperingatkan bahwa pengiriman persenjataan tersebut berpotensi memakan waktu hingga beberapa tahun, sementara persediaan rudal pencegat Ukraina semakin menipis.

Di sisi lain, gencatan senjata terlama dalam perang Rusia-Ukraina yang diberlakukan secara terbatas di wilayah Kherson timur berakhir pada Minggu setelah Rusia menolak tawaran perpanjangan. 

Sementara itu, perundingan antara Moskow dan Kyiv yang dimediasi Washington dijadwalkan kembali berlangsung bulan ini setelah sempat terhenti sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari lalu.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya