Berita

Kantor OJK cabang Surakarta, Jawa Tengah (Foto: Babbe)

Bursa

Bukan Sekadar Panic Selling, Koreksi Saham Jadi Momentum Berburu Cuan

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 10:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tekanan di pasar saham tidak selalu direspons investor dengan aksi jual. 

Di tengah koreksi harga sejumlah saham berkapitalisasi besar pada Oktober 2026, sebagian pelaku pasar justru memanfaatkan momentum tersebut untuk mengakumulasi saham perusahaan yang dinilai memiliki fundamental kuat.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus Firmansyah, mengatakan investor yang mampu membaca dinamika pasar dapat melihat penurunan harga sebagai kesempatan untuk masuk ke saham-saham potensial.


Agus mencontohkan pergerakan pasar pada 19 dan 20 Oktober 2026, ketika sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), mengalami tekanan harga.

Menurutnya, koreksi tersebut tidak semata-mata mencerminkan perubahan fundamental perusahaan, tetapi juga dipengaruhi kepanikan investor yang merespons tekanan pasar.

“Investor yang cerdas dia pasti akan beli. Karena kemarin tekanannya itu kan hanya sentimen saja, kaget, panik, panic selling. Investor yang cerdas pada beli,” kata Agus, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 2 November 2026.

Dia mengatakan, momentum penurunan harga dimanfaatkan sebagian investor untuk menambah kepemilikan saham perusahaan yang dianggap memiliki prospek jangka panjang. Aktivitas akumulasi tersebut juga terlihat di kalangan komunitas investor saham.

Sementara itu, aktivitas investor asing di pasar domestik menunjukkan pergerakan yang beragam. Meskipun secara kumulatif masih mencatatkan jual bersih (*net sell*), transaksi harian memperlihatkan adanya investor asing yang tetap melakukan pembelian saham.

“Memang banyaknya yang jual sehingga net-nya masih net sell. Sehingga total sampai dengan Oktober itu selama Januari ada net sell sekitar Rp97 triliun. Tapi secara hariannya ada yang beli, ada yang jual,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, investor asing yang memiliki kemampuan analisis teknikal dan memahami pergerakan pasar juga dapat memanfaatkan koreksi harga untuk melakukan pembelian. Karena itu, posisi jual bersih secara kumulatif tidak serta-merta berarti seluruh investor asing menarik dananya dari pasar saham Indonesia.

Menurut Agus,  aktivitas pasar perlu dicermati secara menyeluruh dengan melihat transaksi beli dan jual, bukan hanya berpatokan pada angka jual bersih. Setiap investor memiliki strategi dan pertimbangan berbeda dalam merespons gejolak pasar.

Meski demikian, penurunan harga tidak otomatis membuat suatu saham menjadi murah atau layak dikoleksi. Investor tetap perlu mencermati fundamental perusahaan, prospek bisnis, serta risiko investasi sebelum mengambil keputusan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya