Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bursa

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

SENIN, 02 NOVEMBER 2026 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatatkan pertumbuhan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatannya sepanjang Januari-September 2026. Peningkatan produktivitas tambang yang disertai efisiensi biaya operasional mendorong laba bersih perusahaan tumbuh 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hingga akhir September 2026, perusahaan jasa pertambangan tersebut membukukan laba bersih sebesar 17,47 juta Dolar AS, meningkat dari 11,42 juta Dolar AS pada sembilan bulan pertama 2025. Realisasi ini juga melampaui target rencana kerja sebesar 14,89 juta Dolar AS atau 17 persen di atas target.

Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan aktivitas pada tiga lini bisnis utama Samindo, yakni pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batu bara (coal getting), dan pengangkutan batu bara (coal hauling).


Pada segmen overburden removal, volume pekerjaan mencapai 28,32 juta bank cubic meter (bcm), meningkat 23 persen dibandingkan 23,04 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini juga melampaui target 25,59 juta bcm sebesar 11 persen.

Sementara itu, volume produksi batu bara (coal getting) tumbuh 11 persen menjadi 4,20 juta ton dari sebelumnya 3,76 juta ton. Angka tersebut juga 13 persen lebih tinggi dibandingkan target sebesar 3,73 juta ton.

Adapun volume pengangkutan batu bara mencapai 18,24 juta ton, meningkat dari 17,71 juta ton pada Januari-September 2025 sekaligus melampaui target perusahaan.

Peningkatan produktivitas tersebut didukung sejumlah faktor, antara lain kondisi cuaca tambang yang lebih kondusif dengan curah hujan lebih rendah, jarak angkut yang lebih pendek, serta peningkatan ketersediaan armada truk. Perusahaan juga mencatatkan nihil kecelakaan kerja fatal (zero fatality) selama periode tersebut.

Dari sisi keuangan, Samindo membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 133,05 juta Dolar AS, tumbuh 9 persen dibandingkan 122,20 juta Dolar AS pada sembilan bulan pertama 2025.

Kontributor terbesar pertumbuhan pendapatan berasal dari jasa overburden removal dan coal getting yang meningkat 22 persen menjadi 79,98 juta Dolar AS dari 65,56 juta Dolar AS. Pendapatan jasa pengangkutan batu bara juga meningkat menjadi 32,86 juta Dolar AS. Sementara itu, pendapatan jasa pengeboran, eksplorasi, dan lainnya tumbuh 15 persen menjadi 1,68 juta Dolar AS.

Di tengah kenaikan pendapatan, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 2 persen menjadi 98,60 juta Dolar AS dari 100,57 juta Dolar AS. Penurunan beban ini didukung efisiensi jarak angkut, pengendalian biaya perawatan armada, serta berkurangnya beban sewa kendaraan.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan pengendalian biaya tersebut mendorong laba bruto Samindo melonjak 59 persen menjadi 34,45 juta Dolar AS. Laba sebelum pajak juga meningkat 62 persen menjadi 23,69 juta Dolar AS.

Penguatan kinerja turut tercermin pada posisi keuangan perusahaan. Hingga September 2026, kas dan deposito berjangka Samindo meningkat menjadi 101,68 juta Dolar AS. Pada saat yang sama, total liabilitas turun 12 persen menjadi 38,94 juta Dolar AS.

Corporate Secretary Samindo Resources, Ahmad Zaki Natsir, mengatakan pertumbuhan laba tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan kesiapan alat berat, memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung, serta menjaga efisiensi biaya operasional.

"Lonjakan laba bersih sebesar 53 persen hingga Kuartal III 2026 mencerminkan disiplin eksekusi yang kuat dari seluruh tim dalam mengoptimalkan kesiapan alat berat, memaksimalkan cuaca kerja yang kondusif, serta menjaga efisiensi biaya operasional di lapangan," ujarnya.

Ahmad optimistis kinerja positif perusahaan dapat berlanjut hingga akhir tahun, seiring pengoperasian tambahan unit heavy dump truck baru.

"Dengan beroperasinya tambahan unit heavy dump truck baru, kami sangat optimistis tren pertumbuhan positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026," katanya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya