Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: Setpres RI)
Hasil jajak pendapat Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) terkait evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih menempatkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebagai pejabat dengan kinerja paling diapresiasi. Ia memperoleh dukungan 15,8 pdersen responden, unggul tipis atas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengantongi 13,6 persen.
Di sisi lain, posisi paling rendah ditempati Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dengan 0,17 persen, disusul Menteri PU Dody Hanggodo yang hanya dipilih 0,25 persen partisipan survei.
Delapan kali reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sepanjang dua tahun ini memang menjadi kewenangan penuh kepala negara. Namun publik tetap memiliki kacamata sendiri dalam menilai para pembantunya.
Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, menyebut posisi Teddy yang sangat dekat dengan Presiden menjadi modal penting. Perannya sebagai penghubung antar-kementerian dan penyampai kebijakan ke masyarakat dianggap berjalan efektif.
“Di tengah tantangan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah maupun langkah-langkah kebijakan yang diambil, Teddy berhasil menyelaraskan hingga mengkomunikasikannya kepada publik,” kata Taufik dalam siaran pers, dikutip Minggu 1 November 2026.
Ia menambahkan, popularitas yang sudah dimiliki Teddy sebelum masuk kabinet ikut mendongkrak penilaian.
“Meskipun ada pandangan miring hingga kritik terhadap cara Teddy menjalankan tugasnya, tetapi secara umum publik menilai positif peran Teddy dalam pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Taufik.
Untuk Amran, citranya sebagai motor utama sektor pertanian dinilai konsisten sejak era Presiden Jokowi hingga era Prabowo. Kinerja di bidang pangan menunjukkan tren positif, dengan lonjakan produksi dan penyerapan cadangan beras pemerintah yang tinggi.
“Dalam setahun pemerintahan, Amran berhasil mewujudkan ambisi Prabowo agar Indonesia berhasil meraih swasembada pangan sesingkat-singkatnya,” kata Taufik.
Pada Juli 2026, cadangan beras bahkan menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan 5,4 juta ton.
“Di tengah tantangan kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta serangkaian bencana, besarnya produksi beras memberikan penyangga bagi potensi penurunan pada tahun ini,” ujar Taufik.
Sejumlah menteri lain yang masuk daftar kinerja baik adalah Mendikdasmen Abdul Mu’ti 6,5 persen, Mensesneg Prasetyo Hadi 5,2 persen, Menkes Budi Gunadi Sadikin 3,8 persen, Menag Nasaruddin Umar 3,5 persen, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,3 persen, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 2,7 persen, Menpora Erick Thohir 2,1 pdersen, dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin 2 persen.
Sementara rapor merah Nusron dipicu sorotan kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
“Berkali-kali mangkir dari pemeriksaan KPK, Nusron disebut berada di luar negeri hingga muncul desakan untuk dipanggil paksa,” kata Taufik.
Adapun penilaian terhadap Dody Hanggodo terkait kontroversi sikapnya yang dianggap tidak berempati kepada staf dan bocornya dokumen perjalanan dinas ke Amerika yang mencantumkan keluarga.
“Kombinasi antara lemahnya kebijakan dan program dengan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan memberi penilaian buruk terhadap sejumlah menteri/kepala badan,” kata Taufik.
Survei berlangsung 15-20 Oktober 2026 melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi dengan wawancara langsung. Menggunakan metode
multistage random sampling, dengan
margin kesalahan ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.