Berita

Raffi Ahmad saat memenuhi panggilan Presiden terpilih Prabowo Subianto pada Senin, 14 Oktober 2024. (Foto: RMOL)

Politik

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

MINGGU, 01 NOVEMBER 2026 | 22:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rahmat Saleh menilai Raffi Ahmad tidak hanya meminta maaf kepada publik menyusul polemik deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut Rahmat, Raffi yang menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni perlu memberikan klarifikasi yang utuh dan menenangkan masyarakat. Situasi sosial yang diwarnai kekhawatiran terhadap persoalan lingkungan dan ekonomi membuat figur publik perlu lebih berhati-hati dalam bersikap.

"Oleh karena itu, para pejabat maupun figur publik didesak untuk menurunkan ego dan tidak ragu meminta maaf jika melakukan tindakan yang memicu kontroversi," ujar Rahmat saat berbincang dengan Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 1 November 2026.


Rahmat mengatakan, permohonan maaf menjadi langkah awal untuk meredakan polemik, terutama ketika masyarakat tengah menghadapi berbagai kekhawatiran, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga persoalan ekonomi.

"Ya, pada saat seperti ini yang bisa dilakukan adalah minta maaf ya. Karena dalam kondisi perasaan masyarakat yang masih punya kekhawatiran dengan karhutla, kemudian kekhawatiran terkait dengan masalah ekonomi," ucapnya.

Namun, ia menekankan pentingnya pendekatan yang merangkul agar polemik tidak semakin meluas. Menurut Rahmat, perkembangan teknologi digital membuat pernyataan maupun kehadiran figur publik dalam suatu acara dapat dengan cepat tersebar dan menjadi sorotan masyarakat.

"Apalagi sekarang dengan era digital, sangat cepat sekali berita-berita atau kutipan-kutipan pernyataan atau video-video kehadiran pada event tertentu itu sangat cepat menyebar," tuturnya.

Anggota Komisi VI DPR RI itu menyarankan agar permohonan maaf disertai klarifikasi yang mampu menjelaskan persoalan secara utuh sekaligus meredakan ketegangan di tengah masyarakat.

"Ya selain minta maaf, tentu berikan klarifikasi yang bisa menyejukkan masyarakat gitu ya," demikian Rahmat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya