Berita

Willie Salim dan Raffi Ahmad. (Foto: Instagram)

Politik

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

MINGGU, 01 NOVEMBER 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Fenomena boikot atau cancel culture yang menimpa Raffi Ahmad (RANS) dan kreator konten Willie Salim menjadi pelajaran bagi pejabat maupun figur publik agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara di ruang digital.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rahmat Saleh menilai kemarahan publik terhadap keduanya tidak lepas dari kehadiran mereka dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Menurut Rahmat, pejabat dan figur publik harus memiliki kepekaan lebih dalam menyikapi situasi yang berkembang di tengah masyarakat. Terlebih, ketika publik sedang menghadapi persoalan sensitif seperti bencana lingkungan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


"Di era digital dan media sosial sekarang memang kita sebagai pejabat publik dan publik figur harus lebih hati-hati dalam bertindak, berucap, kemudian memberikan pernyataan," ujar Rahmat saat dihubungi Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 1 November 2026.

Ia mengingatkan, tindakan maupun pernyataan yang tidak mempertimbangkan kondisi masyarakat berpotensi memicu polemik dan menyinggung perasaan publik.

"Agar jangan menjadi isu sensitif yang bisa menyinggung masyarakat dalam kondisi sedang terjadi masalah lingkungan," katanya.

Rahmat mencontohkan situasi karhutla yang membuat masyarakat diliputi kekhawatiran. Dalam kondisi seperti itu, figur publik dituntut lebih peka agar aktivitas maupun pernyataannya tidak dianggap mengabaikan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kemarahan publik di era media sosial dapat berkembang menjadi aksi pemboikotan hingga pemberian sanksi sosial secara digital. Dampaknya bahkan tidak hanya dirasakan figur publik yang bersangkutan, tetapi juga pihak lain yang terkait.

"Ini bisa berdampak terhadap aksi pemboikotan, kemudian memberikan sanksi digital terhadap publik figur dan bisa berdampak kepada masyarakat secara umum. Nah, ini menjadi bahan evaluasi bagi kita," pungkas Rahmat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya