Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: istimewa)

Politik

Pemerintah RI Sebaiknya Tiru Keberanian Pejabat Hongkong Minta Maaf soal Karhutla

MINGGU, 01 NOVEMBER 2026 | 08:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto dipandang perlu menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kebakaran dan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Indonesia.

Menurut mantan Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi berulang kali tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Karena itu, pemerintah perlu mengakui persoalan tersebut sekaligus menindak semua pihak yang terlibat, termasuk pejabat pemerintahan.

"Alangkah eloknya jika Presiden Indonesia berkenan tampil minta maaf, mengakui kebakaran dan pembakaran hutan dan lahan yang terjadi berulang kali adalah akibat lemahnya pengawasan dan penegakan hukum," kata Alvin lewat akun X miliknya dikutip Minggu, 1 November 2026.


Pernyataan Alvin tersebut merespons langkah Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee bersama tujuh pejabat senior pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf dengan membungkukkan badan pada Kamis, 30 Oktober 2026.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah penyelidikan independen menemukan kegagalan pengawasan pemerintah selama puluhan tahun turut berkontribusi terhadap kebakaran kompleks apartemen Wang Fuk Court pada November 2025 yang menewaskan 168 orang.

Laporan penyelidikan menyebut kontraktor swasta bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, ditemukan pula kelalaian serius di empat lembaga pemerintah.

Alvin menilai, pengakuan atas kelemahan pengawasan harus diikuti pertanggungjawaban hukum. Tidak cukup hanya menyampaikan permintaan maaf, seluruh pihak yang terlibat, termasuk pejabat pemerintah, harus diproses sesuai ketentuan hukum.

"Dilanjut proses sanksi hukum terhadap semua pihak yang terlibat. Termasuk para pejabat pemerintahan," tegasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya